WhatsApp Icon
Optimalkan Potensi ZIS, Indonesia Dorong Transformasi Digital di Global WaqfTech 2026

SIARAN PERS
Nomor: 209/HUM-BAZ/IV/2026
Senin, 13 April 2026

Optimalkan Potensi ZIS, Indonesia Dorong Transformasi Digital di Global WaqfTech 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mewakili Indonesia mendorong penguatan sistem terpadu antara zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui transformasi digital dalam fundraising guna meningkatkan penghimpunan, serta memperluas dampak sosial bagi umat di tingkat global.

Hal tersebut disampaikan Deputi I Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM., dalam forum Global WaqfTech Conference and Exhibition di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (12/4/2026). Dalam forum internasional tersebut, Indonesia melalui BAZNAS menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem zakat dan wakaf berbasis teknologi.

Deputi I Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM., mengatakan, penguatan fundraising digital menjadi langkah strategis untuk meningkatkan penghimpunan zakat dan wakaf di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Indonesia percaya bahwa penguatan fundraising digital dapat menjadi solusi dalam meningkatkan penghimpunan zakat dan wakaf sekaligus memperluas dampak sosialnya, khususnya untuk mendukung berbagai program pemberdayaan, termasuk keberlanjutan pendidikan Islam,” ujar Arifin.

Sejalan dengan hal tersebut, Arifin menjelaskan, transformasi digital yang dilakukan mencakup pemanfaatan teknologi digital, penguatan sistem transparansi dan pelaporan, serta peningkatan pengalaman donatur. “Langkah ini diharapkan mampu membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia juga menawarkan model integrasi antara zakat dan wakaf sebagai dua instrumen yang saling melengkapi dalam pembangunan sosial. “Dengan demikian, keduanya dapat berjalan beriringan dalam menjawab berbagai tantangan sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan, zakat berperan sebagai solusi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sedangkan wakaf dikembangkan sebagai sumber pembiayaan jangka panjang.

“Dalam implementasinya, dana wakaf produktif diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dan penguatan kelembagaan pendidikan, sedangkan zakat difokuskan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu,” jelasnya.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari peserta forum. Direktur Awqaf Africa, Ibrahim Abdul Mugis, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia dan menilai pemikiran yang disampaikan BAZNAS memberikan nilai tambah dalam pengembangan wakaf digital global.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam konferensi ini, di antaranya Dr. Noor Suhaida Kasri selaku Deputy Director sekaligus Senior Research Fellow di ISRA Institute, INCEIF University, Dr. Muhsin Nor Paizin dari Akademi Zakat PPZ MAIWP, Dr. Reza Beikzadeh sebagai Inter AI Scientist and AI Specialist Digital Carbon Ledger, serta Prof. Emeritus Dr. Barjoyai Bardai yang menjabat sebagai Provost and Dean Center of Postgraduate Studies di Malaysia University of Science and Technology (MUST).

Forum Global WaqfTech Conference and Exhibition yang dipimpin Direktur Awqaf Africa, Ibrahim Abdul Mugis  ini menghadirkan regulator, lembaga pengelola zakat dan wakaf, akademisi, dan pemimpin teknologi dari berbagai belahan dunia, yang dilaksanakan secara hybrid pada 10 hingga 12 April 2026. Forum ini bertujuan membangun sistem wakaf berbasis digital yang lebih terstruktur, transparan, dan berkelanjutan.

15/04/2026 | Kontributor: BAZNAS RI
Kemenhaj Dukung Fasilitasi Tata Kelola Dam oleh BAZNAS

SIARAN PERS
Nomor: 205/HUM-BAZ/IV/2026
Jumat, 10 April 2026

*Kemenhaj Dukung Fasilitasi Tata Kelola Dam oleh BAZNAS*

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendukung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam memfasilitasi tata kelola dam  utk para jemaah haji Indonesia yang akan membayarkan dam nya di tanah air.
Hal ini akan memberikan dampak dan manfaat peningkatan sosial ekonomi bagi masyarakat Indonesia di berbagai pelosok negeri.

Dukungan tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemenhaj yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi, serta Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa baznas dan kemenhaj sama sama sebagai bagian dari pemerintah.
Pengelolaan ibadah  haji berada di bawah Kemenhaj, sementara layanan dam di dalam negeri difasilitasi secara maksimum oleh BAZNAS. Walo begitu,kemenhaj  juga membuka kesempatan bagi lembaga lain spt LAZ dan KBIH  untuk turut berkontribusi dalam layanan dam, sehingga pengelolaannya dapat berjalan secara kolaboratif dan inklusif.

“Tata kelola dam oleh BAZNAS, bukan tahun pertama, dan  kami telah memiliki prosedur dan standar pengelolaan yang tertib, mulai dari fasilitas pembayaran hingga penyalurannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan,
Baznas terus melakukan evaluasi dan perbaikan manajemen dam haji,dengan memastikan transparansi dalam seluruh proses tersebut, mulai dari konfirmasi pembayaran, bukti pemotongan hewan, hingga laporan penyaluran yang dapat diakses oleh jemaah. “kami juga menerbitkan sertifikat bagi mudhohi. Lebih dari itu,pelaksanaan dam ini tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga berdampak ekonomi karena melibatkan peternak UMKM binaan BAZNAS di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.

Sodik Mudjahid menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Kemenhaj yang memberikan fleksibilitas kepada jemaah dalam penunaian dam haji, baik dilakukan di Tanah Air maupun di Tanah Suci.

Menurutnya, kebijakan tersebut bersifat inklusif karena melibatkan berbagai pihak, termasuk BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), sehingga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengelolaan ibadah sosial keagamaan.

“Ke depan, kerja sama tidak hanya pada aspek dam, tetapi juga mencakup zakat, infak, dan sedekah dari para calon jemaah maupun mereka yang telah menunaikan ibadah haji, tentu tetap dalam batas-batas anjuran dan mengikuti syariat dan azas mabfaat.
Maka dari itu kami  agar para jemaah yang ibadah haji nya dikelola oleh lembaga pemerintah,
maka dalam pengelolaan dam nya juga dipercayakan dan dibayarkan kpd lembaga resmi pemerintah yakni BAZNAS ” katanya.

12/04/2026 | Kontributor: BAZNAS RI
Tsamara Amany Ajak Gen Z Tunaikan ZIS melalui BAZNAS RI

SIARAN PERS
Nomor: 177/HUM-BAZ/III/2026
Rabu, 18 Maret 2026

 

Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi, Tsamara Amany, mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Menurutnya, anak muda Indonesia memiliki jiwa kedermawanan yang tinggi dan keinginan besar untuk memberikan dampak sosial.

?Ajakan tersebut disampaikan Tsamara dalam acara Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia, Melalui Media Massa dan Silaturahmi Forum Matraman yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI di Jakarta.

?“Anak muda Indonesia itu sangat dermawan dan ingin berkontribusi. Jika ada ruang dan jalurnya, mereka pasti bergerak. BAZNAS memiliki potensi besar untuk menjadi saluran utama bagi mereka yang ingin melakukan aksi sosial, baik dalam bentuk dana maupun keterlibatan sebagai relawan,” jelas Tsamara.

?Meski memiliki catatan prestasi yang gemilang, Tsamara menilai citra BAZNAS di mata generasi muda saat ini masih belum mendapat sorotan maksimal. Untuk itu, ia mengusulkan agar BAZNAS memperkuat strategi komunikasi melalui narasi berbasis dampak (impact narrative) dan gaya tutur (storytelling) di media sosial.

?Menurutnya, dengan membungkus keberhasilan program, seperti kisah sukses mustahik yang mandiri atau penyaluran bantuan di daerah konflik akan menjadi sebuah cerita yang menyentuh dan lebih mudah menarik minat publik. 

?“Kalau impact narrative-nya kuat, storytelling-nya kuat, insyaallah akan makin banyak lagi orang-orang yang juga mau membantu, mau menyalurkan bantuannya, mau melakukan gerakan-gerakan solidaritasnya lewat BAZNAS. Dan juga untuk menarik anak-anak muda kita yang bisa menjadi penggerak-penggerak yang hati mereka sebenarnya terketuk untuk melakukan aksi-aksi sosial,” ujarnya.

Tsamara turut menyoroti keberhasilan BAZNAS yang telah membantu mengeluarkan 54.000 orang dari jurang kemiskinan pada tahun 2023. Ia juga memuji peran nyata BAZNAS dalam aksi kemanusiaan internasional, khususnya untuk Palestina, di mana dana yang terkumpul mencapai ratusan miliar rupiah.

?“Kita perlu apresiasi dan dorong karena orang perlu tahu bahwa ada institusi di negara ini yang juga bekerja keras melakukan gerakan-gerakan solidaritas kemanusiaan, gerakan solidaritas-solidaritas sosial, sehingga kalau misalnya ada orang ingin berkontribusi, orang yang ingin membantu itu bisa salah satunya melalui BAZNAS,” katanya. 

?Z-Talk merupakan salah satu kegiatan tatap muka antara pimpinan BAZNAS dengan praktisi/pimpinan media massa. Tujuan diselenggarakannya agenda ini adalah sebagai wadah untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara pimpinan di lingkungan BAZNAS dengan awak media massa, serta untuk motivasi dan produktivitas kerja.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.; Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. K.H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si.; Pimpinan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.S., H. Ending Syarifuddin, S.Ag., M.E., dan Hj. Neyla Saida Anwar, S.S., S.E., S.H., M.Hum. Turut hadir pula Plt. Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah, Adita Irawati; Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin; serta Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin.

19/03/2026 | Kontributor: BAZNAS RI
Bersama Menko Polkam, BAZNAS RI dan TNI AL Berangkatkan 1.448 Pemudik Naik Kapal Perang

SIARAN PERS
Nomor: 176/HUM-BAZ/III/2026
Selasa, 17 Maret 2026

Bersama Menko Polkam, BAZNAS RI dan TNI AL Berangkatkan 1.448 Pemudik Naik Kapal Perang

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dan TNI Angkatan Laut (AL) memberangkatkan 1.448 pemudik beserta 503 sepeda motor menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh-593 menuju Semarang dan Surabaya, yang diberangkatkan dari Dermaga Kolinlamil TNI AL, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (17/3/2026).

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan kerja sama dengan TNI AL dalam program Mudik Gratis ini kembali dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat pulang kampung, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan.

“Hari ini BAZNAS kembali bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggunakan kapal laut (perang), dengan jumlah yang diberangkatkan sekitar 1.448 orang untuk pulang-pergi,” kata Sodik.

Lebih lanjut, Sodik menjelaskan, untuk saat ini rute pelayaran masih difokuskan ke wilayah Pulau Jawa, yakni Semarang dan Surabaya. Meski demikian, BAZNAS berencana memperluas jangkauan program ke wilayah lain pada masa mendatang. “Kami berharap tahun depan rutenya bukan hanya ke Jawa, tetapi juga ke Sumatra dan daerah lainnya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, BAZNAS turut memberikan berbagai fasilitas bagi para pemudik, mulai dari konsumsi selama perjalanan, bingkisan untuk kru kapal, hingga dukungan layanan kesehatan guna memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman.

Sodik mengatakan, peserta mudik berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, pengemudi ojek, asisten rumah tangga, mahasiswa, hingga pedagang. “Saya melihat banyak yang berangkat satu keluarga dan mereka tampak senang. Ini menyempurnakan mudik mereka karena bisa berkumpul bersama di kampung,” tuturnya.

Sodik juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan TNI AL dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia sekaligus mengajak masyarakat untuk terus mendukung program zakat melalui BAZNAS. “Dengan semakin banyak muzaki yang menyalurkan ke BAZNAS, tentu semakin banyak program untuk rakyat yang bisa dilaksanakan,” katanya.

Sementara itu, Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan, pemerintah terus mengawal pelaksanaan mudik agar berjalan aman dan nyaman bagi masyarakat.

"Sejak awal kami harus memberikan kenyamanan dan keamanan buat masyarakat Indonesia yang akan pulang mudik. Kewajiban kami sebagai bagian dari pemerintahan ini, dari negara ini, untuk memberikan sesuatu yang menyamankan dan mengamankan masyarakat kita pulang kampung, mudik dalam rangka Idulfitri," kata Djamari.

Menurutnya, penggunaan KRI sebagai moda transportasi mudik dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan di jalur darat, khususnya dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh mulai dari Jakarta hingga daerah tujuan, dengan melibatkan personel serta alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. “BAZNAS juga turut mengiringi dan memberikan kemudahan kepada masyarakat selama perjalanan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mengatakan program mudik gratis ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 13 Maret 2026 untuk membantu melancarkan mudik Lebaran 1447 H/2026 M.

“Kami ingin memberikan sesuatu yang membuat masyarakat nyaman dan aman saat pulang kampung. Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” kata Muhammad Ali.

19/03/2026 | Kontributor: BAZNAS RI
Presiden, Wapres, dan Kabinet Merah Putih Tunaikan Zakat melalui BAZNAS di Istana

SIARAN PERS
Nomor: 168/HUM-BAZ/III/2026
Jumat, 13 Maret 2026

Presiden, Wapres, dan Kabinet Merah Putih Tunaikan Zakat melalui BAZNAS di Istana

Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, serta para Menteri Kabinet Merah Putih menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam pelaksanaan Zakat Istana bertajuk "Zakat Menguatkan Indonesia" di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Penyerahan Zakat Istana ini juga merupakan rangkaian dari sidang kabinet paripurna. Turut hadir jajaran Kabinet Merah Putih, mulai dari menteri, wakil menteri, kepala badan, penasihat khusus presiden, hingga asisten khusus presiden.

Penyerahan zakat Presiden Prabowo diterima dan didoakan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., sebagaimana kewajiban amil untuk mendoakan para muzaki. Dari pelayanan Konter Zakat Istana hari ini telah terhimpun dana zakat lebih dari Rp3,8 miliar yang ditunaikan oleh 111 muzaki.

“Kita juga hari ini telah memberi contoh dengan kita memberikan zakat dan ini menunjukan lagi peran yang sangat penting dari BAZNAS,” ujar Presiden Prabowo saat membuka sidang kabinet paripurna, sesaat setelah menunaikan zakat bersama para menteri.

Presiden Prabowo juga menambahkan, “BAZNAS, lembaga keuangan dan ekonomi dari semua organisasi keagamaan di Indonesia harus kita koordinasikan, kita konsolidasikan, dan kita tingkatkan kemampuannya dengan segala teknologi yang sudah ada supaya potensi ekonomi bangsa kita bisa kita kerahkan secara berarti, efisien, dan efektif.”

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Zakat Istana di bulan suci Ramadan yang menjadi momentum memperkuat gerakan zakat nasional.

“Saudara-saudara, Alhamdulillah hari ini, pada hari ke-23 Ramadan, kami seluruh jajaran BAZNAS menerima secara simbolis pembayaran zakat dari Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, serta seluruh jajaran kabinet. Hal ini memberikan nilai yang sangat luar biasa bagi kami,” ucapnya.

Sodik juga menyampaikan, pada momentum Ramadan 2026 BAZNAS RI menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp515 miliar, sebagai bagian dari target penghimpunan BAZNAS RI tahun 2026 sebesar Rp1,4 triliun. Secara nasional, target pengelola zakat pada tahun ini mencapai Rp66 triliun.

Ia menambahkan, pada momentum Ramadan 2026 pengumpulan zakat secara nasional diproyeksikan mencapai Rp6 triliun melalui sekitar 760 lembaga zakat yang terdiri dari BAZNAS dan LAZ di seluruh Indonesia.

Ia berharap keteladanan Presiden dan Wakil Presiden dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS dapat menginspirasi para pejabat negara, pelaku usaha, serta masyarakat luas untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah guna memperkuat kesejahteraan umat dan membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Sodik juga mengimbau kepada masyarakat untuk menunaikan zakat. “Istilah kami adalah zakat menolong umat, dan zakat adalah penolong di akhirat. Kami siap, BAZNAS siap, untuk menerima dan menyalurkan zakat kepada para mustahik sesuai dengan prinsip amanah dan ketentuan syariat,” ucapnya.

Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si, jajaran Pimpinan BAZNAS RI; Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Hj. Saidah Sakwan, M.A, H. Ending Syarifuddin, M.E., H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., H. Mokhamad Mahdum, Ph.D., Hj. Neyla Saida Anwar, SS, SE, SH, M.Hum, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag.,  Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si., Mochamad Agus Rofiudin, S.Kom., M.M., Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM, serta Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan., Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si.

14/03/2026 | Kontributor: BAZNAS RI

Press Release Terbaru

Optimalkan Potensi ZIS, Indonesia Dorong Transformasi Digital di Global WaqfTech 2026
Optimalkan Potensi ZIS, Indonesia Dorong Transformasi Digital di Global WaqfTech 2026
SIARAN PERSNomor: 209/HUM-BAZ/IV/2026 Senin, 13 April 2026 Optimalkan Potensi ZIS, Indonesia Dorong Transformasi Digital di Global WaqfTech 2026Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mewakili Indonesia mendorong penguatan sistem terpadu antara zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui transformasi digital dalam fundraising guna meningkatkan penghimpunan, serta memperluas dampak sosial bagi umat di tingkat global. Hal tersebut disampaikan Deputi I Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM., dalam forum Global WaqfTech Conference and Exhibition di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (12/4/2026). Dalam forum internasional tersebut, Indonesia melalui BAZNAS menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem zakat dan wakaf berbasis teknologi. Deputi I Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM., mengatakan, penguatan fundraising digital menjadi langkah strategis untuk meningkatkan penghimpunan zakat dan wakaf di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. “Indonesia percaya bahwa penguatan fundraising digital dapat menjadi solusi dalam meningkatkan penghimpunan zakat dan wakaf sekaligus memperluas dampak sosialnya, khususnya untuk mendukung berbagai program pemberdayaan, termasuk keberlanjutan pendidikan Islam,” ujar Arifin. Sejalan dengan hal tersebut, Arifin menjelaskan, transformasi digital yang dilakukan mencakup pemanfaatan teknologi digital, penguatan sistem transparansi dan pelaporan, serta peningkatan pengalaman donatur. “Langkah ini diharapkan mampu membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat,” ujarnya. Lebih lanjut, Ia juga menawarkan model integrasi antara zakat dan wakaf sebagai dua instrumen yang saling melengkapi dalam pembangunan sosial. “Dengan demikian, keduanya dapat berjalan beriringan dalam menjawab berbagai tantangan sosial,” ujarnya. Ia menjelaskan, zakat berperan sebagai solusi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sedangkan wakaf dikembangkan sebagai sumber pembiayaan jangka panjang. “Dalam implementasinya, dana wakaf produktif diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dan penguatan kelembagaan pendidikan, sedangkan zakat difokuskan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu,” jelasnya. Gagasan tersebut mendapat respons positif dari peserta forum. Direktur Awqaf Africa, Ibrahim Abdul Mugis, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia dan menilai pemikiran yang disampaikan BAZNAS memberikan nilai tambah dalam pengembangan wakaf digital global. Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam konferensi ini, di antaranya Dr. Noor Suhaida Kasri selaku Deputy Director sekaligus Senior Research Fellow di ISRA Institute, INCEIF University, Dr. Muhsin Nor Paizin dari Akademi Zakat PPZ MAIWP, Dr. Reza Beikzadeh sebagai Inter AI Scientist and AI Specialist Digital Carbon Ledger, serta Prof. Emeritus Dr. Barjoyai Bardai yang menjabat sebagai Provost and Dean Center of Postgraduate Studies di Malaysia University of Science and Technology (MUST). Forum Global WaqfTech Conference and Exhibition yang dipimpin Direktur Awqaf Africa, Ibrahim Abdul Mugis ini menghadirkan regulator, lembaga pengelola zakat dan wakaf, akademisi, dan pemimpin teknologi dari berbagai belahan dunia, yang dilaksanakan secara hybrid pada 10 hingga 12 April 2026. Forum ini bertujuan membangun sistem wakaf berbasis digital yang lebih terstruktur, transparan, dan berkelanjutan.
PRESS_RELEASE15/04/2026 | BAZNAS RI
Kemenhaj Dukung Fasilitasi Tata Kelola Dam oleh BAZNAS
Kemenhaj Dukung Fasilitasi Tata Kelola Dam oleh BAZNAS
SIARAN PERS Nomor: 205/HUM-BAZ/IV/2026 Jumat, 10 April 2026 *Kemenhaj Dukung Fasilitasi Tata Kelola Dam oleh BAZNAS* Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendukung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam memfasilitasi tata kelola dam utk para jemaah haji Indonesia yang akan membayarkan dam nya di tanah air. Hal ini akan memberikan dampak dan manfaat peningkatan sosial ekonomi bagi masyarakat Indonesia di berbagai pelosok negeri. Dukungan tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemenhaj yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi, serta Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa baznas dan kemenhaj sama sama sebagai bagian dari pemerintah. Pengelolaan ibadah haji berada di bawah Kemenhaj, sementara layanan dam di dalam negeri difasilitasi secara maksimum oleh BAZNAS. Walo begitu,kemenhaj juga membuka kesempatan bagi lembaga lain spt LAZ dan KBIH untuk turut berkontribusi dalam layanan dam, sehingga pengelolaannya dapat berjalan secara kolaboratif dan inklusif. “Tata kelola dam oleh BAZNAS, bukan tahun pertama, dan kami telah memiliki prosedur dan standar pengelolaan yang tertib, mulai dari fasilitas pembayaran hingga penyalurannya,” ujarnya. Ia menjelaskan, Baznas terus melakukan evaluasi dan perbaikan manajemen dam haji,dengan memastikan transparansi dalam seluruh proses tersebut, mulai dari konfirmasi pembayaran, bukti pemotongan hewan, hingga laporan penyaluran yang dapat diakses oleh jemaah. “kami juga menerbitkan sertifikat bagi mudhohi. Lebih dari itu,pelaksanaan dam ini tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga berdampak ekonomi karena melibatkan peternak UMKM binaan BAZNAS di berbagai daerah di Indonesia,” katanya. Sodik Mudjahid menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Kemenhaj yang memberikan fleksibilitas kepada jemaah dalam penunaian dam haji, baik dilakukan di Tanah Air maupun di Tanah Suci. Menurutnya, kebijakan tersebut bersifat inklusif karena melibatkan berbagai pihak, termasuk BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), sehingga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengelolaan ibadah sosial keagamaan. “Ke depan, kerja sama tidak hanya pada aspek dam, tetapi juga mencakup zakat, infak, dan sedekah dari para calon jemaah maupun mereka yang telah menunaikan ibadah haji, tentu tetap dalam batas-batas anjuran dan mengikuti syariat dan azas mabfaat. Maka dari itu kami agar para jemaah yang ibadah haji nya dikelola oleh lembaga pemerintah, maka dalam pengelolaan dam nya juga dipercayakan dan dibayarkan kpd lembaga resmi pemerintah yakni BAZNAS ” katanya.
PRESS_RELEASE12/04/2026 | BAZNAS RI
Tsamara Amany Ajak Gen Z Tunaikan ZIS melalui BAZNAS RI
Tsamara Amany Ajak Gen Z Tunaikan ZIS melalui BAZNAS RI
SIARAN PERSNomor: 177/HUM-BAZ/III/2026 Rabu, 18 Maret 2026 Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi, Tsamara Amany, mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Menurutnya, anak muda Indonesia memiliki jiwa kedermawanan yang tinggi dan keinginan besar untuk memberikan dampak sosial. ?Ajakan tersebut disampaikan Tsamara dalam acara Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia, Melalui Media Massa dan Silaturahmi Forum Matraman yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI di Jakarta. ?“Anak muda Indonesia itu sangat dermawan dan ingin berkontribusi. Jika ada ruang dan jalurnya, mereka pasti bergerak. BAZNAS memiliki potensi besar untuk menjadi saluran utama bagi mereka yang ingin melakukan aksi sosial, baik dalam bentuk dana maupun keterlibatan sebagai relawan,” jelas Tsamara. ?Meski memiliki catatan prestasi yang gemilang, Tsamara menilai citra BAZNAS di mata generasi muda saat ini masih belum mendapat sorotan maksimal. Untuk itu, ia mengusulkan agar BAZNAS memperkuat strategi komunikasi melalui narasi berbasis dampak (impact narrative) dan gaya tutur (storytelling) di media sosial. ?Menurutnya, dengan membungkus keberhasilan program, seperti kisah sukses mustahik yang mandiri atau penyaluran bantuan di daerah konflik akan menjadi sebuah cerita yang menyentuh dan lebih mudah menarik minat publik. ?“Kalau impact narrative-nya kuat, storytelling-nya kuat, insyaallah akan makin banyak lagi orang-orang yang juga mau membantu, mau menyalurkan bantuannya, mau melakukan gerakan-gerakan solidaritasnya lewat BAZNAS. Dan juga untuk menarik anak-anak muda kita yang bisa menjadi penggerak-penggerak yang hati mereka sebenarnya terketuk untuk melakukan aksi-aksi sosial,” ujarnya. Tsamara turut menyoroti keberhasilan BAZNAS yang telah membantu mengeluarkan 54.000 orang dari jurang kemiskinan pada tahun 2023. Ia juga memuji peran nyata BAZNAS dalam aksi kemanusiaan internasional, khususnya untuk Palestina, di mana dana yang terkumpul mencapai ratusan miliar rupiah. ?“Kita perlu apresiasi dan dorong karena orang perlu tahu bahwa ada institusi di negara ini yang juga bekerja keras melakukan gerakan-gerakan solidaritas kemanusiaan, gerakan solidaritas-solidaritas sosial, sehingga kalau misalnya ada orang ingin berkontribusi, orang yang ingin membantu itu bisa salah satunya melalui BAZNAS,” katanya. ?Z-Talk merupakan salah satu kegiatan tatap muka antara pimpinan BAZNAS dengan praktisi/pimpinan media massa. Tujuan diselenggarakannya agenda ini adalah sebagai wadah untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara pimpinan di lingkungan BAZNAS dengan awak media massa, serta untuk motivasi dan produktivitas kerja. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.; Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. K.H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si.; Pimpinan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.S., H. Ending Syarifuddin, S.Ag., M.E., dan Hj. Neyla Saida Anwar, S.S., S.E., S.H., M.Hum. Turut hadir pula Plt. Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah, Adita Irawati; Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin; serta Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin.
PRESS_RELEASE19/03/2026 | BAZNAS RI
Bersama Menko Polkam, BAZNAS RI dan TNI AL Berangkatkan 1.448 Pemudik Naik Kapal Perang
Bersama Menko Polkam, BAZNAS RI dan TNI AL Berangkatkan 1.448 Pemudik Naik Kapal Perang
SIARAN PERSNomor: 176/HUM-BAZ/III/2026 Selasa, 17 Maret 2026 Bersama Menko Polkam, BAZNAS RI dan TNI AL Berangkatkan 1.448 Pemudik Naik Kapal Perang Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dan TNI Angkatan Laut (AL) memberangkatkan 1.448 pemudik beserta 503 sepeda motor menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh-593 menuju Semarang dan Surabaya, yang diberangkatkan dari Dermaga Kolinlamil TNI AL, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (17/3/2026). Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan kerja sama dengan TNI AL dalam program Mudik Gratis ini kembali dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat pulang kampung, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan. “Hari ini BAZNAS kembali bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggunakan kapal laut (perang), dengan jumlah yang diberangkatkan sekitar 1.448 orang untuk pulang-pergi,” kata Sodik. Lebih lanjut, Sodik menjelaskan, untuk saat ini rute pelayaran masih difokuskan ke wilayah Pulau Jawa, yakni Semarang dan Surabaya. Meski demikian, BAZNAS berencana memperluas jangkauan program ke wilayah lain pada masa mendatang. “Kami berharap tahun depan rutenya bukan hanya ke Jawa, tetapi juga ke Sumatra dan daerah lainnya,” ucapnya. Ia menjelaskan, BAZNAS turut memberikan berbagai fasilitas bagi para pemudik, mulai dari konsumsi selama perjalanan, bingkisan untuk kru kapal, hingga dukungan layanan kesehatan guna memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman. Sodik mengatakan, peserta mudik berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, pengemudi ojek, asisten rumah tangga, mahasiswa, hingga pedagang. “Saya melihat banyak yang berangkat satu keluarga dan mereka tampak senang. Ini menyempurnakan mudik mereka karena bisa berkumpul bersama di kampung,” tuturnya. Sodik juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan TNI AL dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia sekaligus mengajak masyarakat untuk terus mendukung program zakat melalui BAZNAS. “Dengan semakin banyak muzaki yang menyalurkan ke BAZNAS, tentu semakin banyak program untuk rakyat yang bisa dilaksanakan,” katanya. Sementara itu, Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan, pemerintah terus mengawal pelaksanaan mudik agar berjalan aman dan nyaman bagi masyarakat. "Sejak awal kami harus memberikan kenyamanan dan keamanan buat masyarakat Indonesia yang akan pulang mudik. Kewajiban kami sebagai bagian dari pemerintahan ini, dari negara ini, untuk memberikan sesuatu yang menyamankan dan mengamankan masyarakat kita pulang kampung, mudik dalam rangka Idulfitri," kata Djamari. Menurutnya, penggunaan KRI sebagai moda transportasi mudik dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan di jalur darat, khususnya dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh mulai dari Jakarta hingga daerah tujuan, dengan melibatkan personel serta alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. “BAZNAS juga turut mengiringi dan memberikan kemudahan kepada masyarakat selama perjalanan,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mengatakan program mudik gratis ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 13 Maret 2026 untuk membantu melancarkan mudik Lebaran 1447 H/2026 M. “Kami ingin memberikan sesuatu yang membuat masyarakat nyaman dan aman saat pulang kampung. Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” kata Muhammad Ali.
PRESS_RELEASE19/03/2026 | BAZNAS RI
Presiden, Wapres, dan Kabinet Merah Putih Tunaikan Zakat melalui BAZNAS di Istana
Presiden, Wapres, dan Kabinet Merah Putih Tunaikan Zakat melalui BAZNAS di Istana
SIARAN PERS Nomor: 168/HUM-BAZ/III/2026 Jumat, 13 Maret 2026 Presiden, Wapres, dan Kabinet Merah Putih Tunaikan Zakat melalui BAZNAS di Istana Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, serta para Menteri Kabinet Merah Putih menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam pelaksanaan Zakat Istana bertajuk "Zakat Menguatkan Indonesia" di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Penyerahan Zakat Istana ini juga merupakan rangkaian dari sidang kabinet paripurna. Turut hadir jajaran Kabinet Merah Putih, mulai dari menteri, wakil menteri, kepala badan, penasihat khusus presiden, hingga asisten khusus presiden. Penyerahan zakat Presiden Prabowo diterima dan didoakan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., sebagaimana kewajiban amil untuk mendoakan para muzaki. Dari pelayanan Konter Zakat Istana hari ini telah terhimpun dana zakat lebih dari Rp3,8 miliar yang ditunaikan oleh 111 muzaki. “Kita juga hari ini telah memberi contoh dengan kita memberikan zakat dan ini menunjukan lagi peran yang sangat penting dari BAZNAS,” ujar Presiden Prabowo saat membuka sidang kabinet paripurna, sesaat setelah menunaikan zakat bersama para menteri. Presiden Prabowo juga menambahkan, “BAZNAS, lembaga keuangan dan ekonomi dari semua organisasi keagamaan di Indonesia harus kita koordinasikan, kita konsolidasikan, dan kita tingkatkan kemampuannya dengan segala teknologi yang sudah ada supaya potensi ekonomi bangsa kita bisa kita kerahkan secara berarti, efisien, dan efektif.” Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Zakat Istana di bulan suci Ramadan yang menjadi momentum memperkuat gerakan zakat nasional. “Saudara-saudara, Alhamdulillah hari ini, pada hari ke-23 Ramadan, kami seluruh jajaran BAZNAS menerima secara simbolis pembayaran zakat dari Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, serta seluruh jajaran kabinet. Hal ini memberikan nilai yang sangat luar biasa bagi kami,” ucapnya. Sodik juga menyampaikan, pada momentum Ramadan 2026 BAZNAS RI menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp515 miliar, sebagai bagian dari target penghimpunan BAZNAS RI tahun 2026 sebesar Rp1,4 triliun. Secara nasional, target pengelola zakat pada tahun ini mencapai Rp66 triliun. Ia menambahkan, pada momentum Ramadan 2026 pengumpulan zakat secara nasional diproyeksikan mencapai Rp6 triliun melalui sekitar 760 lembaga zakat yang terdiri dari BAZNAS dan LAZ di seluruh Indonesia. Ia berharap keteladanan Presiden dan Wakil Presiden dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS dapat menginspirasi para pejabat negara, pelaku usaha, serta masyarakat luas untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah guna memperkuat kesejahteraan umat dan membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Sodik juga mengimbau kepada masyarakat untuk menunaikan zakat. “Istilah kami adalah zakat menolong umat, dan zakat adalah penolong di akhirat. Kami siap, BAZNAS siap, untuk menerima dan menyalurkan zakat kepada para mustahik sesuai dengan prinsip amanah dan ketentuan syariat,” ucapnya. Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si, jajaran Pimpinan BAZNAS RI; Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Hj. Saidah Sakwan, M.A, H. Ending Syarifuddin, M.E., H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., H. Mokhamad Mahdum, Ph.D., Hj. Neyla Saida Anwar, SS, SE, SH, M.Hum, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si., Mochamad Agus Rofiudin, S.Kom., M.M., Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM, serta Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan., Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si.
PRESS_RELEASE14/03/2026 | BAZNAS RI
Menag RI Serahkan SK Presiden kepada Pengurus BAZNAS Periode 2026-2031
Menag RI Serahkan SK Presiden kepada Pengurus BAZNAS Periode 2026-2031
SIARAN PERSNomor: 154/HUM-BAZ/III/2026Selasa, 10 Maret 2026 Menag RI Serahkan SK Presiden kepada Pengurus BAZNAS Periode 2026-2031 Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) masa jabatan 2026-2031. Prosesi penyerahan dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Penyerahan SK ini menandai dimulainya masa bakti 11 pimpinan BAZNAS yang baru untuk lima tahun ke depan. Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menyatakan rasa syukur atas terbitnya payung hukum bagi kepengurusan ini agar roda organisasi BAZNAS dapat segera berjalan optimal. ?"Alhamdulillah, hari ini kita dapat menyerahkan SK kepada pengurus BAZNAS yang baru. Setelah sekian lama kita menanti SK Presiden terhadap pengurus BAZNAS," jelas Nasaruddin Umar. "Pengurus BAZNAS yang baru ini kiranya bisa, dan sedapat mungkin menjadikan kenaikan zakat bisa tiga kali lipat. Saat ini BAZNAS bisa menghimpun sekitar Rp41 triliun," tambahnya. Dia menekankan, pengurus BAZNAS selaku amil harus tetap berpegang teguh pada ketentuan syariat dalam penetapan ashnaf atau golongan penerima zakat. Ia menegaskan bahwa penyaluran zakat harus menyasar delapan golongan yang telah ditetapkan secara jelas, tanpa interpretasi kiasan. Adapun kebutuhan sosial lainnya dapat diakomodasi melalui instrumen sedekah, wakaf, ghanimah, luqatah, serta sumber dana keumatan lainnya. ?Nasaruddin Umar turut berpesan agar pengurus BAZNAS menjaga amanah dan kepercayaan yang telah diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa setiap pejabat yang terpilih memikul tanggung jawab besar untuk menjaga integritas lembaga demi mengangkat martabat bangsa di mata dunia. ?"Mari kita jadi juru bicara yang baik bagi bangsa dan negara. Kita semua ikut bertanggung jawab untuk mewujudkan perjuangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yakni mengangkat martabat masyarakat kecil dan menengah. Yakinlah ke depan bangsa ini akan semakin makmur dan kita semua menikmati hasilnya," ujarnya. Berikut ini nama-nama yang menerima SK Presiden sebagai Anggota BAZNAS Periode 2026-2031: 1. Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.2. Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si.3. Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si.4. Saidah Sakwan, M.A.5. H. Ending Syarifuddin, M.E6. H. Idy Muzayvad, S.H.I, M.SI7. H. Mokhamad Mahdum SE, MIDec, PhD, Ak, CA, CPA CRP GRCE CWM. CHRP.8. Hj. Neyla Saida Anwar9. Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag10. Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si11. Mochamad Agus Rofiudin, S.Kom, M.M..
PRESS_RELEASE11/03/2026 | BAZNAS RI
Optimalkan Sinergi dengan BAZNAS, Rakornas LAZ 2024 Hasilkan 11 Resolusi
Optimalkan Sinergi dengan BAZNAS, Rakornas LAZ 2024 Hasilkan 11 Resolusi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menggelar menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia yang berlangsung dari 15-16 Oktober 2024, di Jakarta, dengan menghasilkan 11 resolusi tentang tata kelola zakat. Resolusi tersebut dibacakan oleh Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si, di hadapan 167 perwakilan LAZ dari seluruh Indonesia. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2013-2015, Dr. Hamdan Zoelva, SH., MH., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam sambutannya pada penutupan Rakornas LAZ 2024, menyampaikan apresiasinya terhadap hasil Rakornas LAZ yang dinilai sangat produktif dan visioner. "Resolusi Rakornas yang telah kita sepakati ini akan menjadi landasan bagi kolaborasi yang lebih erat antara BAZNAS dan LAZ dalam mengelola zakat. Insya Allah, ke depannya, antara BAZNAS dan LAZ akan semakin banyak melakukan kolaborasi, baik dalam konteks pengumpulan, pendistribusian, maupun pendayagunaan zakat," ujar Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, kolaborasi yang dimaksud tidak hanya terbatas pada pengelolaan zakat, tetapi juga mencakup berbagai program seperti beasiswa, kemanusiaan, dan kesehatan. Ia menegaskan pentingnya pertemuan yang lebih intens antara BAZNAS dan LAZ untuk memastikan sinergi program yang optimal. Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan, salah satu visi besar yang dibahas dalam Rakornas ini adalah rencana pembangunan rumah sakit, baik di Indonesia maupun di Palestina. Menurutnya, hal ini bisa terwujud dengan dukungan seluruh LAZ di Indonesia. Di akhir sambutan, Kiai Noor menegaskan, BAZNAS dan LAZ akan terus berkomitmen untuk mengembangkan dakwah zakat di dalam negeri, terutama dalam pengentasan kemiskinan dan menyejahterakan umat. "Dakwah zakat kita harus semakin kuat. Kita ingin semakin banyak mustahik yang terbantu, dan kemiskinan bisa diatasi secara signifikan," pungkasnya. Adapun 11 resolusi Rakornas LAZ se-Indonesia tahun 2024 sebagai berikut: Pertama, Menyepakati target pengumpulan ZIS-DSKL nasional tahun 2025 sebesar Rp50 Triliun, dengan pengumpulan khusus LAZ se-Indonesia (On Balance Sheet) sebesar Rp6,8 Triliun dan pencatatan zakat di masyarakat (Off Balance Sheet) sebesar Rp5,2 Triliun; Kedua, berkomitmen mencapai target 3,4 juta Mustahik Zakat Nasional berbasis KK/BNBA (By Name By Address), dengan target Penerima Manfaat Nasional sebanyak 84 juta jiwa, serta target pengentasan Kemiskinan Nasional sebanyak 1,8 juta jiwa pada tahun 2025; Ketiga, menyepakati empat harmoni penguatan: 1) Penguatan Manajemen, 2) Penguatan SDM, 3) Penguatan infrastruktur dan transformasi digital, dan 4) Penguatan sinergi, jaringan dan kolaborasi program; Keempat, komitmen sinergi LAZ dengan BAZNAS dalam kegiatan Pengumpulan, Pendistribusian, dan Pendayagunaan sesuai dengan amanah Undang-undang nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat beserta aturan turunannya. Kelima, berkomitmen melaporkan zakat satu pintu melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas dan akuntabilitas laporan pengelolaan zakat kepada Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Agama; Keenam, berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan zakat melalui pengukuran Indeks Zakat Nasional (IZN) setiap tahunnya sebagai upaya Bersama dalam perbaikan berkelanjutan (continuous improvement); Ketujuh, berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola layanan melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baik, publikasi laporan teraudit KAP, dan pembentukan SAI (Satuan Audit Internal) untuk memastikan pengelolaan zakat yang lebih profesional, akuntabel, transparan, dengan standar yang berlaku; Kedelapan, menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis melalui program penguatan mustahik dalam hal penyediaan sumber daya dan bahan pangan yang diperlukan yang didapat dari hasil produksi para pengusaha mustahik seperti program lumbung pangan, balai ternak, dan UMKM binaan BAZNAS dan LAZ seluruh Indonesia; Kesembilan, menjaga dan meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta menegakkan etika dan integritas; Kesepuluh, berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalitas menjelang dan di dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2024; dan Kesebelas, siap mengoptimalkan realisasi penerimaan zakat dari potensi Rp327 Triliun melalui sinergi perluasan jaringan LAZ di Kab/Kota bersama dengan BAZNAS setempat.
PRESS_RELEASE16/10/2024 | BAZNAS RI
Rakornas BAZNAS se-Indonesia 2024 Hasilkan 17 Resolusi Dorong Kesejahteraan Masyarakat
Rakornas BAZNAS se-Indonesia 2024 Hasilkan 17 Resolusi Dorong Kesejahteraan Masyarakat
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 yang digelar di Balikpapan pada 25-27 September menghasilkan 17 resolusi yang disepakati seluruh peserta, sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat serta meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, 17 resolusi yang dihasilkan dalam Rakornas BAZNAS se-Indonesia 2024 sejalan dengan visi dan misi BAZNAS untuk menjadi lembaga utama yang menyejahterakan umat. "Kita ingin seluruh kekuatan kita di seluruh Indonesia itu merata. Maka sering saya katakan bahwa seluruh pimpinan BAZNAS di Indonesia adalah orang-orang yang profesional," ujar Kiai Noor di Balikpapan, pada Jumat (27/9/2024). Resolusi tersebut dibacakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., MA, di hadapan Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota beserta jajarannya. Adapun 17 resolusi Rakornas BAZNAS 2024 adalah sebagai berikut: Pertama, menyepakati target pengumpulan ZIS-DSKL nasional tahun 2025 sebesar Rp 50 triliun terdiri dari pengumpulan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ se-Indonesia (On Balance Sheet) sebesar Rp12.7 Triliun dan pencatatan zakat di masyarakat (Off Balance Sheet) sebesar Rp37.3 Triliun; Kedua, menyepakati 3,4 juta Mustahik Zakat Nasional berbasis KK/BNBA (By Name By Address), dengan target Penerima Manfaat Nasional sebanyak 84 juta jiwa, serta target pengentasan Kemiskinan Nasional sebanyak 1,8 juta jiwa pada tahun 2025; Ketiga, kembali memperkuat peran dan fungsi BAZNAS melalui empat penguatan: 1) Penguatan Kelembagaan, Organisasi, dan Manajemen BAZNAS seluruh Indonesia, 2) Penguatan SDM Pimpinan dan Amil Zakat, 3) Penguatan infrastruktur dan transformasi digital, dan 4) Penguatan jaringan seluruh stakeholder pengelola zakat; Keempat, memperkuat status BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural khususnya dalam mendorong Pemerintah untuk melaksanakan regulasi mengenai pembiayaan yang berasal dari APBN/APBD untuk mendukung operasional BAZNAS sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri; Kelima, mengoptimalkan realisasi penerimaan zakat dari potensi Rp327 Triliun melalui perluasan jaringan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dengan membentuk UPZ di seluruh OPD, Kecamatan, dan Desa dengan melaporkan perkembangannya kepada BAZNAS RI dan Kemendagri secara berkala; Keenam, mendorong aktivitas interkoneksi Sistem Manajemen Informasi BAZNAS dan Sistem Informasi Pemerintah dalam memudahkan pengelolaan zakat; Ketujuh, memprioritaskan penyaluran ZIS-DSKL untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting, pengentasan kemiskinan BPS dan Transformasi Mustahik menjadi Muzaki yang berkolaborasi dengan data Pemerintah dan terintegrasi dalam SIMBA dalam rangka sukses Asta Cita; Kedelapan, menyepakati 10 program prioritas Nasional yaitu Rumah Sehat BAZNAS, BAZNAS Microfinance, Desa/Kampung Zakat, Santripeneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana; Kesembilan, redistribusi penguatan penyaluran dari BAZNAS RI ke BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota melalui integrasi program penyaluran Pusat dan Daerah dengan fokus utama pemerataan penyaluran di seluruh daerah untuk memastikan manfaat zakat tersebar secara adil dan merata di berbagai wilayah; Kesepuluh, sinkronisasi perencanaan pelaksanaan program pendistribusian serta pendayagunaan zakat dengan perencanaan pembangunan pemerintah sebagaimana tercantum dalam Asta Cita sebagai upaya strategis untuk memastikan keselarasan program-program zakat dengan prioritas pembangunan nasional; Kesebelas, meningkatkan kualitas tata kelola layanan dan pengelolaan zakat dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) BAZNAS, komitmen laporan teraudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pembentukan SAI (Satuan Audit Internal) untuk memastikan pengelolaan zakat yang lebih profesional, transparan, sistematis, dan sesuai dengan standar yang berlaku; Kedua belas, berkomitmen untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kelembagaan melalui pengukuran dengan Indeks Zakat Nasional, sebagai upaya mewujudkan tata kelola zakat yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan umat; Ketiga belas, berkomitmen untuk menyampaikan pelaporan secara rutin dan transparan melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA), sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan meningkatkan kepercayaan publik dalam pengelolaan zakat; Keempat belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota siap menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis melalui program penguatan mustahik dalam hal penyediaan sumber daya dan bahan pangan yang diperlukan yang didapat dari hasil produksi para pengusaha mustahik seperti program lumbung pangan, balai ternak, dan UMKM binaan BAZNAS dan LAZ seluruh Indonesia; Kelima belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, serta BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip aman syar`i, aman regulasi, dan aman NKRI, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta menegakkan etika dan integritas; Keenam belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalitas menjelang dan di dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2024; Ketujuh belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ mengucapkan terimakasih atas arahan, motivasi, dan dukungan dari Bapak Presiden Joko Widodo yang telah membesarkan Pengelolaan Zakat Nasional serta siap melanjutkan agenda pembangunan Indonesia pada pemerintahan Bapak Prabowo Subianto. SIARAN PERS*Nomor: 475/HUM-BAZ/IX/2024 Jum'at, 27 September 2024
PRESS_RELEASE27/09/2024 | BAZNAS RI
Lakukan Transformasi Digital, BAZNAS RI Raih Dua Penghargaan Top Digital Awards 2023
Lakukan Transformasi Digital, BAZNAS RI Raih Dua Penghargaan Top Digital Awards 2023
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil meraih dua penghargaan Top Digital Awards 2023 yang diselenggarakan oleh Majalah It Works. Dua penghargaan tersebut diraih pada kategori Top Digital Implementation 2023 #Star 4 dan Top Leader On Digital Implementation 2023 kepada Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. Penghargaan diterima oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Prof. Ir H. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, MS, MEc, Ph.D, bersama Direktur Keamanan Informasi, Data dan Layanan Digital BAZNAS RI Andrian, di Jakarta, Senin malam (5/12/2023). "Alhamdulillah, kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini menjadi motivasi kami ke depan untuk terus berupaya melakukan transformasi digital dalam pengelolaan zakat," ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Prof. Ir H. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, MS, MEc, Ph.D, dalam keterangan tertulis. Menurutnya, transformasi digital pengelolaan zakat ini telah menjadi bagian dari salah satu misi BAZNAS yaitu pada poin kelima yakni "Modernisasi dan digitalisasi pengelolaan zakat nasional dengan sistem manajemen berbasis data yang kokoh dan terukur." "Berbagai upaya transformasi digital telah dilakukan BAZNAS, seperti adanya Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA), yakni sebuah sistem yang dibangun dan dikembangkan untuk keperluan penyimpanan data dan informasi yang dimiliki oleh BAZNAS secara nasional," jelasnya. Tidak hanya itu, Nadratuzzaman melanjutkan, BAZNAS memiliki Kantor Digital BAZNAS. Kantor Digital merupakan sarana kerja berbasis teknologi telekomunikas untuk memudahkan pengumpulan dan pengelolaan zakat, penguatan aplikasi backbone layanan dan pengelolaan zakat (Aplikasi SIMBA), aplikasi Intranet Portal untuk mendukung kebutuhan internal unit kerja di BAZNAS RI, dan lainnya. "BAZNAS juga memiliki aplikasi Cinta Zakat. Ini adalah aplikasi yang diluncurkan sebagai upaya memberi kemudahan kepada masyarakat untuk menebar kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan," tambahnya. Nadratuzzaman berharap, penghargaan ini dapat terus memotivasi BAZNAS untuk memberikan inovasi-inovasi digital yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan umat. Top Digital Awards merupakan kegiatan penghargaan tahunan di bidang TI, Telco, dan Teknologi Digital, yang terbesar, dan paling komprehensif di Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai kementerian/lembaga, serta perusahaan bergengsi di Indonesia.
PRESS_RELEASE05/12/2023 | BAZNAS RI
Raker UPZ 2023, BAZNAS Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat dengan Prinsip 3A
Raker UPZ 2023, BAZNAS Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat dengan Prinsip 3A
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan kegiatan Rapat Kerja (Raker) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat nasional dengan tema "Penguatan Pengelolaan Zakat dengan Prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, Aman NKRI dan Sinergi Program untuk Kesejahteraan Umat." UPZ sebagai mitra BAZNAS, bertujuan untuk memfasilitasi layanan zakat pada pegawai di Kementerian/Lembaga Negara/BUMN, BUMS yang zakatnya selama ini belum optimal dan belum dikelola dengan baik. Raker UPZ BAZNAS Tingkat Nasional 2023 ini dibuka oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor. Achmad MA, di Jakarta, Senin (4/12/2023). "Selama ini, keberadaan UPZ telah memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pengelolaan zakat di setiap instansi," ujar Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor. Achmad MA, dalam sambutannya. Kiai Noor menjelaskan, ada sebanyak 133 UPZ yang telah melaksanakan pengumpulannya, dengan total pengumpulan sebesar Rp259 miliar per tahun. "Untuk itu dalam rangka mendorong optimalisasi tata kelola ZIS, seluruh UPZ diharapkan dapat mengimplementasikan prinsip 3A (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI," jelasnya. Menurutnya, potensi penghimpunan UPZ juga sangat besar karena masih banyak institusi pemerintah dan perusahaan swasta yang akan dibentuk UPZ, sehingga diharapkan dapat terus mengoptimalkan perannya agar semakin banyak umat terlayani dalam melaksanakan zakat dan semakin banyak mustahik yang menjadi lebih sejahtera secara materi dan spiritual. Melalui Raker UPZ BAZNAS Tingkat Nasional ini, Kiai Noor berharap, pengelolaan zakat makin efektif dan efisien, serta dapat meningkatkan manfaat untuk mewujudkan kesejahteraan mustahik dan menanggulangi kemiskinan melalui program-program pendistribusian dan pendayagunaan yang telah disiapkan. Kegiatan Raker UPZ BAZNAS Tingkat Nasional bertujuan untuk mendorong UPZ BAZNAS dalam peningkatan Pengumpulan, Pendistribusian dan Pendayagunaan, Layanan Inovasi, Sinergi, Pelaporan, Monitoring Evaluasi, dan Audit Pengelolaan Zakat untuk Mendukung Implementasi RKAT BAZNAS dalam Rangka Penyusunan dan Pencapaian IKK tahun 2024. BAZNAS memiliki kewenangan membentuk UPZ sesuai dengan UU No. 23 tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat pasal 16 dan PP 14 tahun 2014 tentang pelaksanaan UU No. 23 tahun 2011 pasal 53. Selain itu juga respons atas Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat di Kementerian atau Lembaga, Sekretariat Jenderal Lembaga Negara, Sekretariat Jenderal Komisi Negara, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah Melalui Badan Amil Zakat Nasional. Raker UPZ BAZNAS 2023 ini dihadiri oleh 133 UPZ BAZNAS yang terdiri atas 12 UPZ Kementerian, 31 UPZ Lembaga Negara, 42 UPZ BUMN, dan 48 UPZ Swasta. Turut hadir dalam acara tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan dan Kajian, Prof Dr Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., MA., serta Direktur Pengumpulan Badan, Ustadz H Faisal Qosim, Lc, MA.
PRESS_RELEASE04/12/2023 | BAZNAS RI
Dipimpin Prof. Noor Achmad, Tim Kemanusiaan BAZNAS Tiba di Kairo
Dipimpin Prof. Noor Achmad, Tim Kemanusiaan BAZNAS Tiba di Kairo
Dipimpin Prof. Noor Achmad, Tim Kemanusiaan BAZNAS Tiba di Kairo Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan sejumlah lembaga filantropi di Mesir, sebagai wujud dukungan kemanusiaan terhadap Palestina. Kesiapan BAZNAS RI ditandai dengan kadatangan tim kemanusiaan BAZNAS RI dipimpin KH. Noor Achmad, selaku Ketua BAZNAS RI ke Kairo, Selasa (22/11/2023). Kiai Noor didampingi Sekretaris Utama, Dr. Muchlis Hanafi; Direktur Pendistribusian, H. Ahmad Fikri; dan Direktur Kajian dan Pengembangan, Dr. H. Muhammad Hasbi Zaenal yang merupakan alumni Al Azhar. Kedatangan tim BAZNAS RI di Kairo disambut oleh Kepala Perwakilan RI KBRI Kairo, Lutfi Rauf beserta jajarannya dan penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS Al Azhar di Kantor KBRI Kairo, sebelum melakukan penandatanganan MoU dengan sejumlah lembaga filantrofi di Mesir. Dalam sambutannya, Kiai Noor menyampaikan tujuan kedatangan tim BAZNAS RI ke Kairo, Mesir, salah satunya adalah melakukan kerja sama dengan sejumlah lembaga filantrofi untuk mendukung bantuan kemanusiaan ke Gaza Palestina. "Kunjungan tahun ini luar biasa. Selain untuk meluncurkan Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Al Azhar Angkatan 4, kunjungan ini juga bermaksud memberikan bantuan ke Palestina melalui kerja sama dengan beberapa lembaga filantrofi di Mesir," kata Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, BAZNAS membawa Tim Kemanusian BAZNAS untuk menyukseskan penyaluran bantuan dari masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina. "Kami juga membawa Tim Kemanusiaan BAZNAS untuk menyukseskan penyaluran bantuan dari masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina. Mudah-mudahan sinergisitas kita dengan lembaga di Mesir dapat meringankan beban korban serangan Israel di Palestina," kata Kiai Noor. Pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan RI KBRI Kairo, Lutfi Rauf menyambut kedatangan tim BAZNAS RI yang baru tiba dari Jakarta. Katanya, dukungan masyarakat Indonesia terhadap warga Palestina sangat dibutuhkan. "Alhamdulillah, tim BAZNAS RI telah sampai di Kairo, Mesir dengan selamat. Kami ucapkan ahlan wa sahlan kepada tim BAZNAS RI yang datang jauh-jauh dari Indonesia ke Mesir hanya untuk membantu saudara-saudara di Palestina," katanya. Lutfi Rauf menambahkan, pengepakan bantuan yang dilakukan BAZNAS RI merupakan salah satu yang terbaik dan mendapat apresiasi dari banyak pihak. Hal itu, menurutnya, yang menjadi salah satu alasan bantuan Indonesia bisa segera masuk ke Gaza. "Di antara yang membuat kelancaran adalah packing yang sudah tepat. Packing model yang dilakukan BAZNAS bisa menjadi contoh jika nanti ada pengiriman lewat pesawat kembali. Bantuan via BAZNAS termasuk yang sudah lolos dari pemeriksaan Israel dan masuk Gaza," kata Lutfi Rauf.
PRESS_RELEASE22/11/2023 | BAZNAS RI
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Pasuruan.

Lihat Daftar Rekening →