Press Release Terbaru
BAZNAS RI Salurkan Ratusan Al-Qur’an bagi LTM NU Jatim
SIARAN PERS Nomor: 296/HUM-BAZ/VIII/2026 Minggu, 30 Agustus 2026 BAZNAS RI Salurkan Ratusan Al-Qur’an bagi LTM NU Jatim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 250 mushaf Al-Qur`an Cordoba dari Gramedia kepada Lembaga Takmir Masjid Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LTM PWNU)Jawa Timur, sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap sarana ibadah dan meningkatkan literasi keagamaan. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional sekaligus Ketua LTM PBNU Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc., Ak., CPA., kepada Ketua LTM PWNU Jawa Timur Dr. H. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy. Penyerahan berlangsung dalam kegiatan Workshop Kemasjidan LTM PBNU di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026). Pimpinan BAZNAS RI Dr. H. Mokhamad Mahdum mengatakan, bantuan mushaf Al-Qur’an tersebut merupakan ikhtiar BAZNAS dalam memperluas akses Al-Qur`an di berbagai daerah di Indonesia Ia menilai, lingkungan LTM PWNU Jawa Timur menjadi salah satu titik strategis penyaluran karena memiliki banyak aktivitas keagamaan yang melibatkan masyarakat. Keberadaan mushaf Al-Qur’an diharapkan dapat menunjang kegiatan keagamaan sekaligus memenuhi kebutuhan sarana ibadah. “Sebanyak 250 mushaf Al-Qur’an tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada jemaah LTM PWNU Jawa Timur, termasuk masjid, mushala, lembaga pendidikan, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan,” jelas Haji Mo Mahdum. “Al-Qur’an adalah kebutuhan dasar umat. Kehadirannya di masjid, mushola, dan lembaga pendidikan sangat vital untuk meningkatkan literasi keagamaan masyarakat,” ucapnya. Haji Mo Mahdum juga mengapresiasi berbagai pihak yang turut mendukung penghimpunan hingga pendistribusian mushaf Al-Qur’an tersebut sehingga manfaatnya dapat menjangkau masyarakat di Jawa Timur. Ia menyampaikan, Al-Qur’an tersebut merupakan bagian dari amanah sedekah berupa 4.933 eksemplar Al-Qur’an senilai Rp500.787.343 yang dihimpun dari pelanggan Gramedia dan peserta Happy Family Coloring untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di sejumlah provinsi di Indonesia, termasuk di lingkungan LTM NU PWNU Jawa Timur. “Ini bukti kolaborasi baik antara BAZNAS, dunia usaha, dan masyarakat. Ketika bersatu, manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujar Haji Mo Mahdum. Ia berharap kerja sama antara BAZNAS RI, Gramedia Cordoba, dan LTM PWNU Jawa Timur dapat terus dikembangkan serta mendorong lebih banyak pihak untuk terlibat dalam gerakan berbagi. “Semoga kolaborasi BAZNAS, Gramedia Cordoba, dan LTM PWNU Jawa Timur ini menjadi inspirasi bagi dunia usaha lain untuk ikut bergerak dalam gerakan berbagi dan pemberdayaan umat,” kata Haji Mo Mahdum. Turut hadir Ketua LTM PCNU Jombang Dr. Dhikrul Hakim, M.Pd.I., Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jombang Dr. H. Muharror, M.Ag., beserta jajarannya.
PRESS_RELEASE30/08/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Distribusikan 1.900 Porsi Makanan Siap Saji untuk Penyintas Gempa di NTT
SIARAN PERS Nomor: 274/HUM-BAZ/VIII/2026 Jumat, 21 Agustus 2026 BAZNAS RI Distribusikan 1.900 Porsi Makanan Siap Saji untuk Penyintas Gempa di NTT Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendistribusikan 1.900 porsi makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan pangan ribuan warga terdampak gempa bumi di Desa Nanga Mbaling dan Desa Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan penyaluran makanan siap saji ini ditujukan untuk menjaga ketahanan fisik serta kesehatan para pengungsi di tengah situasi darurat bencana. "Kami terus memastikan kebutuhan dasar seluruh korban terdampak gempa di Manggarai Timur terpenuhi secara cepat dan merata melalui dapur umum BAZNAS," jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026). Selain pendirian dapur umum, kata Idy, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) juga terus menyisir pemukiman warga untuk memetakan kebutuhan logistik susulan yang paling mendesak. Lebih lanjut, Idy mengatakan sinergi bersama pemerintah daerah dan relawan lokal terus diperkuat guna mempercepat proses evakuasi serta pemulihan pascabencana di kawasan tersebut. "Kehadiran BAZNAS di lapangan merupakan amanah dari para donatur dan muzaki untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah," ujar Idy Muzayyad. Sementara itu, personel Tim BTB RI Dede Nurjaman mengatakan penanganan di lapangan juga mencakup penyediaan fasilitas dapur air untuk menyuplai kebutuhan susu anak-anak, kopi, teh, serta makanan ringan bagi para pengungsi. Dede menyebut distribusi makanan siap saji ini menyasar sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Sambi Rampas, dengan sebaran penerima manfaat mulai dari 137 hingga 800 jiwa di tiap posko. "Makanan siap saji ini kami antarkan langsung ke titik-titik posko pengungsian agar para korban gempa dapat mengonsumsinya secara tepat waktu," kata Dede. Selain mengoperasikan dapur umum dan mendistribusikan makanan siap saji, BAZNAS RI juga telah mendirikan Posko Layanan Kesehatan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Pondok Pesantren Pancasila, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Mari berikan dukungan terbaik untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS di baznas.go.id/sedekahbencana.
PRESS_RELEASE23/08/2026 | BAZNAS RI
Perluas Ekosistem Syariah, BAZNAS RI dan Bank BSN Kolaborasi Perkuat Digitalisasi Pengelolaan ZIS
*SIARAN PERS*Nomor: 269/HUM-BAZ/VIII/2026 Kamis, 20 Agustus 2026 *Perluas Ekosistem Syariah, BAZNAS RI dan Bank BSN Kolaborasi Perkuat Digitalisasi Pengelolaan ZIS* Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) guna memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) melalui pemanfaatan layanan perbankan dan penguatan ekosistem ekonomi syariah. Penandatangan MoU tersebut digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor, serta jajaran BAZNAS RI dan Bank BSN. Adapun kerja sama tersebut mencakup penguatan layanan perbankan BAZNAS, optimalisasi penghimpunan ZIS dan DSKL melalui layanan digital dan payroll, integrasi sistem pembayaran, penguatan literasi zakat, layanan konsultasi zakat untuk nasabah prioritas BSN, hingga penyaluran zakat perusahaan dan CSR untuk mendukung program pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, kemanusiaan, dan pengentasan kemiskinan. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, sinergi BAZNAS bersama Bank BSN akan berfokus pada kolaborasi pada layanan perbankan dan penguatan ekosistem ekonomi syariah untuk mengoptimalkan ZIS-DSKL. “BAZNAS sangat menyambut baik sinergi bersama Bank BSN. Ini kolaborasi yang sangat strategis. Melalui kolaborasi ini, kita harapkan potensi ZIS dapat tercapai sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan umat serta mengentaskan kemiskinan,” ujar Sodik. Sodik mengatakan, penguatan layanan digital menjadi salah satu bagian penting dalam kerja sama tersebut. Saat ini, layanan pembayaran ZIS melalui aplikasi mobile banking Bale Syariah milik Bank BSN telah terintegrasi dengan sistem BAZNAS. “Di Bank BSN sudah ada layanan ZIS di Mobile Banking Bale Syariah dan sudah terintegrasi. Jadi, masyarakat yang menunaikan ZIS ke BAZNAS melalui Bank BSN akan menerima notifikasi secara langsung,” kata Sodik. Ia mengatakan, integrasi tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat maupun berdonasi melalui kanal yang aman dan praktis. Di sisi lain, sistem yang terintegrasi juga dapat mendukung pengelolaan dana sosial keagamaan secara lebih tertib dan akuntabel. Sodik berharap, kolaborasi bersama Bank BSN dapat terus berkembang di masa depan untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraan umat. Sementara itu, Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, kerja sama dengan BAZNAS RI menjadi bagian dari upaya Bank BSN menghadirkan inovasi layanan digital yang lebih terintegrasi. Pengembangan layanan tersebut dilakukan melalui integrasi dengan platform BAZNAS RI dan Bale Syariah by BSN. “Kerja sama strategis bersama BAZNAS RI ini guna menghadirkan inovasi layanan digital yang lebih terintegrasi pada Platform BAZNAS RI dan Bale Syariah by BSN, yang diharapkan dapat memudahkan proses penghimpunan dan penyaluran ZIS-DSKL dengan lebih mudah, aman, transparan, dan akuntabel,” ujar Alex. Menurutnya, digitalisasi layanan filantropi menjadi bagian penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan sosial keagamaan. Kemudahan pembayaran melalui layanan digital dinilai dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin mengandalkan transaksi secara daring. "Kami berharapkan melalui kerja sama dapat memperkuat ekosistem filantropi Islam yang berbasis digital. Kolaborasi ini juga menjadi upaya memperluas penghimpunan ZIS-DSKL agar manfaatnya dapat disalurkan secara lebih optimal kepada masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
PRESS_RELEASE21/08/2026 | BAZNAS RI
BAZNAS Kaji Reorientasi Pengelolaan Muzaki, Tekankan Fundraising Berbasis Nilai
SIARAN PERSNomor: 266/HUM-BAZ/VIII/2026 Rabu, 19 Agustus 2026 BAZNAS Kaji Reorientasi Pengelolaan Muzaki, Tekankan Fundraising Berbasis NilaiBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengkaji reorientasi pengelolaan muzaki dan menekankan pentingnya strategi fundraising berbasis nilai (value-driven fundraising) dalam forum edukasi BAZNAS Knowledge Sharing yang digelar secara daring pada Selasa (18/8/2026). Langkah ini diambil BAZNAS untuk mendorong pergeseran paradigma dalam mobilisasi dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari yang semula bersifat transaksional menjadi pendekatan yang lebih relasional dan spiritual demi meningkatkan kepercayaan publik serta retensi donatur. Hadir sebagai narasumber utama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., memaparkan materi berjudul "Value-Driven Fundraising Reorientasi Pengelolaan Muzaki". "Kalau kita bisa mengelola muzaki dengan baik, maka insyaallah penghimpunan kita juga akan naik karena basisnya adalah value driven, bagaimana fundraising berbasis nilai yang menciptakan dampak dan kemanfaatan satu sama lain. Antara muzaki, antara amil, antara mustahik, dan antara publik atau stakeholder zakat yang lainnya," jelas Rizaludin. Rizaludin menyebut pendekatan berbasis nilai itu diperkuat melalui empat pilar utama, yaitu Dakwah Zakat, Impact Zakat, Management Muzaki, dan Engagement Muzaki. Melalui pilar-pilar ini, BAZNAS tidak hanya berfokus pada target angka pengumpulan, tetapi juga tentang ekosistem nilai dan perubahan. Implementasi tata kelola hubungan muzaki yang terstruktur dan konsisten ini terbukti memberikan hasil konkret. Rizaludin mengungkapkan, penerapan strategi tersebut berhasil melonjakkan tingkat retensi muzaki BAZNAS secara signifikan dari yang sebelumnya 17 persen menjadi 80 persen. Selain itu, konsistensi transformasi layanan BAZNAS turut mengantarkan lembaga ini mempertahankan predikat Top Brand Award kategori Lembaga Zakat & Amal selama lima tahun berturut-turut (2022–2026), serta meraih berbagai penghargaan di bidang Customer Service Quality & Customer Service Champions. "Kita perbaiki pelayanan ini dan BAZNAS menjadi top di nasional bicara tentang customer service, bicara tentang customer experience, dan juga bicara tentang transformasi pelanggan," kata Rizaludin. Sementara itu, Kepala Divisi Layanan Muzaki Korporasi BAZNAS RI, Hafiza Elvira N., S.Kep., MNLM., turut menekankan pentingnya efektivitas pengelolaan muzaki, selain fokus pada strategi penggalangan dana semata. Ia memaparkan data riset yang menunjukkan bahwa pengelolaan muzaki yang terencana dengan baik mampu mendongkrak tingkat retensi donatur secara signifikan. "Karena salah satu riset juga menyebutkan pengelolaan muzaki yang efektif itu bisa meningkatkan retensi muzaki atau orang-orang yang berdonasi kembali, sebesar 41 hingga 68 persen," kata Hafiza.
PRESS_RELEASE19/08/2026 | BAZNAS RI
BAZNAS Berangkatkan Tim Tanggap Bencana Tangani Gempa NTT
SIARAN PERS Nomor: 263/HUM-BAZ/VIII/2026 Minggu, 16 Agustus 2026 BAZNAS Berangkatkan Tim Tanggap Bencana Tangani Gempa NTT Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberangkatkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk segera melakukan mengevakuasi dan penanganan korban bencana gempa bumi di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, keberangkatan Tim BTB akan difokus untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang diduga masih terjebak di sejumlah bangunan setelah gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). "Setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, prioritas yang harus dilakukan saat ini yakni melakukan pencarian terhadap warga yang masih tertimbun reruntuhan dan disinyalir masih ada warga yang terjebak di beberapa bangunan," jelas Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (16/8/2026). Sodik menyampaikan, BAZNAS RI juga terus berkoordinasi dengan BAZNAS provinsi, kabupaten/kota setempat serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai dampak gempa dan kebutuhan mendesak para penyintas. "Hari ini Minggu (16/8/2026) Tim BTB dari Jakarta sudah diberangkatkan untuk bergabung dengan Tim BTB Daerah dan satuan petugas lainnya, selain membantu melakukan proses evakuasi, di samping itu Tim BTB juga akan mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, dan melakukan pendistribusian kebutuhan pengungsian seperti terpal, alas tidur, dan hygiene kit," ujar Sodik. Sodik menyampaikan, selain evakuasi dan pemenuhan kebutuhan logistik, BAZNAS juga akan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Pemenuhan hak-hak dasar penyintas di lokasi pengungsian menjadi salah satu fokus penanganan pada masa tanggap darurat. Lebih lanjut, Sodik menyampaikan, respons kebencanaan BAZNAS akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan. Tim BTB bersama jejaring BAZNAS dan para pemangku kepentingan akan terus memantau situasi untuk memastikan bantuan dan layanan darurat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Ia juga menegaskan kesiapan BAZNAS untuk mengirimkan bantuan lanjutan sesuai dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan. "BAZNAS sangat berduka atas bencana gempa yang telah menimpa saudara-saudara kita di NTT. Kami mendoakan masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan melalui masa sulit ini. BAZNAS berkomitmen untuk terus membersamai masyarakat NTT melewati musibah ini hingga bisa kembali pulih," ucap Sodik "Meskipun kondisi sinyal yang belum stabil, koordinasi lanjutan juga akan terus dilakukan untuk memetakan kebutuhan yang diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih," ujarnya. Berdasarkan pemutakhiran data BNPB per Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB, gempa tersebut telah menyebabkan lebih dari 5.000 jiwa mengungsi. Bencana tersebut juga dilaporkan menelan 47 korban jiwa dan menyebabkan kerusakan bangunan dalam skala luas.
PRESS_RELEASE17/08/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS, Kemenag, dan Bappenas Integrasikan DTSEN dalam Pengelolaan ZIS-DSKL
SIARAN PERS Nomor: 243/HUM-BAZ/VIII/2026 Jakarta, 6 Agustus 2026 BAZNAS, Kemenag, dan Bappenas Integrasikan DTSEN dalam Pengelolaan ZIS-DSKL Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Kementerian Agama, dan Bappenas resmi menerapkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam pengelolaan ZIS-DSKL guna memperkuat transparansi serta ketepatan sasaran penyaluran zakat nasional, Kamis (6/8/2026). Acara peresmian yang berlangsung di Gedung Bappenas ini dihadiri langsung oleh pimpinan dari ketiga lembaga tersebut guna mempertegas komitmen kolaborasi dalam penguatan tata kelola data zakat secara terintegrasi. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyebut pengintegrasian data penerima manfaat (mustahik) ini terhubung langsung dengan DTSEN untuk meminimalkan tumpang tindih penyaluran bantuan. "Seperti diketahui, kami BAZNAS punya tugas untuk membantu pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan, di mana ada dua elemen pokok yaitu mustahik dan muzaki," jelas Sodik Mudjahid usai agenda tersebut. Sodik menjelaskan kendala utama pengelolaan zakat selama ini terletak pada minimnya integrasi data di tingkat kementerian, lembaga pemerintah, hingga organisasi filantropi Islam yang mengelola dana publik di berbagai daerah. Menurutnya, BAZNAS mencatat ada sekitar 48 juta data penerima manfaat atau mustahik serta 23 juta data pembayar zakat atau muzaki hingga tahun ini, namun seluruh basis data tersebut belum terhubung secara sistemik sehingga sangat berpotensi memicu pendataan ganda dan ketidaktepatan sasaran bantuan. "Oleh sebabnya, hari ini secara resmi kami launching tentang keterpaduan data-data itu, yakni data mustahik, yang dengan keterpaduan itu maka program mobilisasi ZIS serta pemberdayaan akan lebih terpadu, akurat, dan efisien," tuturnya. Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., menegaskan integrasi Satu Data ZIS-DSKL menjadi instrumen strategis untuk memastikan seluruh proses pengelolaan zakat berjalan secara transparan, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia mengatakan, sistem data terpadu yang terhubung dengan data tunggal sosial ekonomi ini nantinya dimanfaatkan oleh BAZNAS di seluruh Indonesia guna mengoptimalkan penyaluran bantuan agar lebih akurat, tepat sasaran, serta berkelanjutan. "Lewat Satu Data ZIS-DSKL, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bahu-membahu memperkuat dan memanfaatkan kemaslahatan ZIS-DSKL dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045," katanya. Sementara itu, Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menekankan pembenahan dan integrasi data menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya tumpang tindih penyaluran bantuan serta memastikan dana sosial keagamaan dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Pendataan yang akurat dan terpadu antarlembaga disebutnya akan mengeliminasi praktik penerimaan bantuan ganda pada pihak tertentu sekaligus merangkul masyarakat miskin yang selama ini belum tersentuh bantuan. "Kalau ini semua mau kita perbaiki datanya, kalau Anda sudah dapat di BAZNAS pusat, enggak usah dapat di BAZNAS daerah lagi, kalau sudah dapat dari BAZNAS, tidak usah dapat lagi dari Kementerian Sosial," ujarnya. Turut hadir dalam agenda tersebut Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., serta Direktur Kajian dan Pengembangan BAZNAS RI Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D. Selain itu, kegiatan ini diikuti pula oleh jajaran Pejabat Tinggi Madya dan Pejabat Tinggi Pratama Kementerian Agama RI serta Kementerian PPN/Bappenas, bersama para perwakilan BAZNAS dan LAZ tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia yang bergabung secara daring.
PRESS_RELEASE07/08/2026 | BAZNAS RI
BAZNAS RI dan Kemensos Perkuat Sinergi Tingkatkan Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Prasejahtera
SIARAN PERSNomor: 241/HUM-BAZ/VIII/2026 Jakarta, 5 Agustus 2026 *BAZNAS RI dan Kemensos Perkuat Sinergi Tingkatkan Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Prasejahtera*Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Kementerian Sosial (Kemensos) RI memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia sebagai upaya mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045 yang berdaya sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemensos RI yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Audiensi tersebut dihadiri Deputi II BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Ricco. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi, di antaranya memperkuat hilirisasi bagi lulusan Sekolah Rakyat yaitu melalui bantuan beasiswa kuliah, dukungan fasilitasi berdasarkan hasil career mapping yang telah dilakukan sejak kelas XI untuk memetakan minat siswa menuju perguruan tinggi, vokasi, dunia kerja, maupun wirausaha, berupa penyediaan talent pool, hingga inkubasi karier melalui penguatan soft skill dan digital skill. Deputi II BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menyampaikan saat ini BAZNAS memiliki sejumlah program beasiswa, salah satunya Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) berupa bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan penyelesaian skripsi bagi mahasiswa semester 5 hingga 8 yang terancam putus kuliah akibat keterbatasan ekonomi. "Program tersebut juga memungkinkan untuk membantu lulusan Sekolah Rakyat yang berkesempatan melanjutkan ke Pendidikan Tinggi," jelas Imdadun. Selain itu, lanjut Imdadun, BAZNAS juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam program pemberdayaan lulusan Sekolah Rakyat agar memiliki keterampilan, akses terhadap dunia kerja, dan mampu mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan pendidikan. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Ricco menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara Kemensos dan BAZNAS dapat terus diperkuat untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. "Kolaborasi nanti diharapkan tidak hanya sekadar memberikan beasiswa, tetapi juga memberikan pendampingan, baik kepada anak maupun orang tua, supaya anak-anak ini nanti bisa lulus dengan tuntas," ujar Robben. Selain itu, lanjut Robben, sinergi tersebut diharapkan dapat memfasilitasi link and match dengan jaringan dunia kerja BAZNAS serta menghadirkan pendampingan berkelanjutan melalui Alumni Development Program. "Peluang kerja sama inilah yang ingin kami mohonkan kepada BAZNAS agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tidak hanya naik kelas secara akademik, tetapi juga naik kelas secara ekonomi," ucapnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pendistribusian BAZNAS RI Ahmad Fikri, Direktur Pemberdayaan BAZNAS RI Agus Siswanto, Direktur Pendayagunaan BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo, Kepala Bidang Penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial Mujiastuti, serta PIC Tim Kerja Penjaminan Mutu, Monev, dan Kerja Sama Pusdiklatbangprof Kemensos.
PRESS_RELEASE07/08/2026 | BAZNAS RI
Ketua DSN-MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat melalui BAZNAS
SIARAN PERS Nomor: 265/HUM-BAZ/VII/2026 Rabu, 8 Juli 2026 Ketua DSN-MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat melalui BAZNAS Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) K.H.M. Cholil Nafis, Lc., Ph.D. mengajak seluruh perusahaan, khususnya perusahaan berbasis syariah, untuk menunaikan zakat perusahaan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai lembaga resmi negara yang mengelola zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel. Hal tersebut disampaikannya disela-sela rangkaian Silaturahmi Nasional BAZNAS RI dan DSN-MUI Awards 2026 di Jakarta, Selasa (7/7/2026). "Saya mengajak kepada umat Islam, kepada pengusaha-pengusaha muslim hendaklah berbayar zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional. Bayar zakat karyawannya, bayar zakat perusahaannya dan ini bisa memanfaatkan sebaik-baiknya insentif pemerintah, di mana bisa mengurangi penghasilan yang kena wajib pajak itu," kata Cholil. Cholil menilai, sistem pengelolaan zakat melalui BAZNAS kini semakin transparan dan akuntabel. Seluruh dana zakat yang disalurkan dapat ditelusuri pemanfaatannya sehingga masyarakat maupun perusahaan memiliki kepastian bahwa dana tersebut digunakan untuk kepentingan umat dan bangsa. Lebih lanjut, Cholil meminta seluruh lembaga dan perusahaan syariah untuk menjadikan kepatuhan membayar zakat sebagai bagian dari indikator kepatuhan syariah. Menurutnya, kepatuhan syariah tidak cukup hanya diukur dari kesesuaian akad, tetapi juga dari komitmen perusahaan dalam menunaikan kewajiban zakat. "Kita minta nanti laporan syariah compliance itu bukan hanya berdasarkan akadnya yang benar, tetapi juga berdasarkan pembayaran zakatnya yang rajin dan patuh. Itu harus menjadi bagian dari kepatuhan syariah," tegasnya. Cholil berharap sinergi antara DSN-MUI, BAZNAS, pemerintah, dan pelaku usaha dapat semakin memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Melalui optimalisasi zakat perusahaan, ia menilai manfaat zakat akan semakin luas dirasakan masyarakat sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan dan pembangunan bangsa. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha dan perusahaan yang telah menunjukkan komitmen dalam mengembangkan ekonomi syariah melalui pembayaran zakat, infak, dan sedekah. "Dengan dukungan Dewan Syariah Nasional, BAZNAS memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pelaku usaha syariah yang menurut penilaian kami telah menunjukkan komitmen dan kepeloporan dalam pengembangan ekonomi syariah, antara lain melalui penunaian zakat, infak, dan sedekah," ujarnya. Sodik juga menyampaikan apresiasi kepada DSN-MUI yang selama ini terus mendukung penguatan tata kelola zakat nasional. Lebih lanjut, Sodik mengungkapkan, BAZNAS turut menerima berbagai testimoni positif dari perusahaan yang menunaikan zakat melalui BAZNAS. "Alhamdulillah kami mendapatkan testimoni dari beberapa perusahaan. Pertama, pajaknya terkurangi dengan zakat. Kedua, mereka mengatakan bahwa zakat melalui BAZNAS dianggap kredibel karena benar-benar sampai kepada mustahik," ujarnya.
PRESS_RELEASE08/07/2026 | Humas BAZNAS RI
Sinergi BAZNAS RI dan Kemenkop Dorong Usaha Mikro Mustahik Naik Kelas
SIARAN PERSNomor: 241/HUM-BAZ/VI/2026 Jumat, 26 Juni 2026 Sinergi BAZNAS RI dan Kemenkop Dorong Usaha Mikro Mustahik Naik Kelas* Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop) melakukan pertemuan guna membahas potensi kerja sama strategis dalam memperkuat sektor usaha mikro, terutama bagi mustahik melalui sinergi program kelembagaan koperasi, Kamis (25/6/2026). Turut hadir Menteri Koperasi Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Sekretaris Menteri Ahmad Zabadi, dan Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Ari Permana, sementara dari pihak BAZNAS RI dihadiri oleh Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., bersama Kepala Divisi Bank Zakat Mikro Noor Aziz. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. memaparkan sejumlah program pemberdayaan ekonomi umat yang telah berjalan seperti Zmart, ZChicken, BAZNAS Microfinance Desa (BMD) dan BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) yang ditargetkan untuk diintegrasikan dengan Kemenkop agar UMKM binaan memiliki legalitas badan usaha dan lebih mudah naik kelas. "Kami hadir untuk memperkenalkan program-program BAZNAS yang sudah berjalan dan berharap program mikro ini dapat lebih dimatangkan serta dimasifkan ke depannya," jelas Sodik dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026). Menurut Sodik, kolaborasi ini juga didesain untuk mengoptimalkan peran koperasi masjid agar tempat ibadah dapat aktif menjadi sentral pemberdayaan ekonomi riil yang mengakomodasi dan memasarkan berbagai produk lokal hasil tangan jemaah sendiri secara lebih signifikan. Sinergi ini disebutnya sejalan dengan komitmen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) agar lebih fokus pada penguatan sektor riil secara konkret, salah satunya melalui hilirisasi potensi lokal demi menciptakan kemandirian industri masyarakat dan memecah dominasi korporasi besar di pasar dalam negeri. "Secara prinsip, Kementerian Koperasi sangat mendukung dan mendorong penuh adanya sinergi nyata antara BAZNAS dan kementerian untuk memajukan koperasi serta usaha mikro di Indonesia," katanya. Sementara itu, Menteri Koperasi Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si. menegaskan kesiapannya untuk memberikan penguatan kelembagaan melalui wadah koperasi bagi para pelaku UMKM binaan BAZNAS guna menghadirkan ekosistem pemberdayaan ekonomi umat yang jauh lebih kuat. Pihak kementerian menilai kehadiran badan usaha yang legal dan terorganisir di bawah payung koperasi akan menjadi kunci utama dalam membantu para pelaku usaha mikro meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat daya saing mereka di pasar. Melalui integrasi ini, Kementerian Koperasi berkomitmen untuk menyatukan jaringan usaha ekonomi BAZNAS di berbagai daerah ke dalam sistem koperasi kementerian agar semakin banyak pelaku UMKM yang mampu naik kelas dan berdaya secara berkelanjutan.
PRESS_RELEASE26/06/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Se-Indonesia Siap Layani Masyarakat Laksanakan Ibadah Kurban 2026
SIARAN PERSNomor: 247/HUM-BAZ/V/2026Rabu, 6 Mei 2026
BAZNAS Se-Indonesia Siap Layani Masyarakat Laksanakan Ibadah Kurban 2026Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memastikan kesiapan BAZNAS se-Indonesia dalam melayani masyarakat menunaikan ibadah kurban Iduladha 2026 melalui penguatan layanan serta optimalisasi program kurban dan DAM. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing bertema “Perencanaan Kampanye Kurban dan DAM Nasional” yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (5/5/2026). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Keuangan, Digitalisasi, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., menegaskan, momentum Iduladha harus direspons dengan kerja kolektif seluruh jajaran BAZNAS di Indonesia. Ia menekankan, pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam memaksimalkan potensi kurban tahun ini. “Momentum kurban sudah di depan mata. Kami berharap seluruh BAZNAS di Indonesia dapat bergerak bersama untuk mengoptimalkan potensi kurban,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI H. Fitriansyah Agus Setiawan menjelaskan, penguatan layanan dilakukan melalui optimalisasi berbagai kanal, baik secara langsung maupun digital, serta kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas partisipasi masyarakat. Ia menambahkan, strategi penguatan juga dilakukan melalui pendekatan fundraising by law dan fundraising by marketing, termasuk melibatkan ASN, pegawai BUMN/BUMD, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta pemanfaatan platform digital. Pada kesempatan tersebut, Ketua Kurban BAZNAS RI Mohan menyampaikan, distribusi kurban BAZNAS pada 2026 ditargetkan menjangkau hingga 6.000 setara doka, sementara program DAM diproyeksikan mencapai 10.000 setara doka. “Untuk memastikan kualitas dan ketepatan sasaran, BAZNAS fokus pada kesiapan pasokan hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat. Hingga saat ini, telah terkonsolidasi sebanyak 2.781 ekor ternak dari Balai Ternak BAZNAS dan mitra pemberdayaan peternak,” katanya. Melalui upaya ini, BAZNAS berharap pelaksanaan kurban 2026 dapat berjalan optimal, memberikan manfaat yang luas, serta memperkuat kesejahteraan peternak dan masyarakat penerima manfaat.
PRESS_RELEASE09/05/2026 | BAZNAS RI
BAZNAS dan Kemensos RI Perkuat Kolaborasi Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
SIARAN PERSNomor: 252/HUM-BAZ/V/2026 Kamis, 7 Mei 2026 BAZNAS dan Kemensos RI Perkuat Kolaborasi Percepat Pengentasan Kemiskinan EkstremBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI terus memperkuat kolaborasi untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS dengan Kemensos yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Menteri Sosial KH. Saifullah Yusuf, S.I.P., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.HI., M.Si., Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., dan Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, di Gedung Kemensos, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyambut baik penguatan sinergi bersama Kemensos. Menurutnya, BAZNAS memiliki sejumlah program prioritas yang beririsan langsung dengan program-program Kemensos. "Program tersebut mulai dari bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), beasiswa pendidikan, pembangunan sekolah, layanan kesehatan, pembinaan usaha kecil, dakwah, hingga program kemanusiaan," jelas Sodik. Sodik menjelaskan, potensi zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS akan diarahkan untuk memberikan dampak yang lebih terukur dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat miskin ekstrem dan kelompok rentan. “Program-program tersebut akan lebih terkoordinasi dan lebih terfokus sehingga tidak sebatas distribusi charity berbagi, tetapi sesuatu yang berdampak. Program Kemensos dan program BAZNAS akan kami superimpose untuk menemukan prioritas-prioritas yang nanti digarap bersama,” ujar Sodik. Lebih lanjut, Sodik mengatakan, kolaborasi dengan Kemensos juga diharapkan dapat memperkuat mobilisasi zakat, infak, dan sedekah secara nasional. "Kami juga akan mengoptimalkan UPZ di lingkungan Kemensos agar potensi zakat bisa maksimal," ujarnya. Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pelaksanaan program bersama antara Kemensos dan BAZNAS nantinya akan berpedoman pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan pemerintah dalam menjalankan intervensi sosial. “Intinya kami bersama BAZNAS ingin mendukung program strategis Bapak Presiden Prabowo dan kemudian akhirnya punya dampak yang nyata di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya. Lebih lanjut, Saifullah menjelaskan, kolaborasi ke depan akan diperkuat untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, seperti Sekolah Rakyat, termasuk melalui pemberdayaan orang tua siswa dan bantuan RTLH bagi keluarga miskin ekstrem. “Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan. Anaknya lulus sekolah, keluarganya naik kelas (ekonominya). Karena itu kami membutuhkan dukungan BAZNAS untuk membantu keluarga-keluarga tertentu yang belum bisa diintervensi melalui anggaran pemerintah,” kata Saifullah. “Sebelumnya, kami telah bekerja sama dengan BAZNAS dalam relokasi 118 keluarga nelayan di Mesuji, Lampung dan 93 keluarga nelayan di Indramayu. Program tersebut sudah selesai dan terus kami dampingi dalam rangka pemberdayaan keluarga,” ujarnya. Lebih lanjut, Saifullah menegaskan, Kemensos berkomitmen dalam mengoptimalkan UPZ di lingkungan Kemensos dan mengajak seluruh staf di lingkungan kementeriannya untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. "Kami juga akan mengajak masyarakat umum bila yang memiliki kelebihan rezeki bisa juga menyalurkan lewat BAZNAS dan sepenuhnya nanti dipergunakan membantu keluarga-keluarga yang paling tidak mampu yang ada di dalam DTSEN," kata Saifullah. Turut hadir Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi Raqin, Tenaga Ahli Menteri Bidang Konsolidasi Program Pengentasan Kemiskinan Fajar Wahyu Hermawan, beserta jajaran BAZNAS dan Kemensos.
PRESS_RELEASE08/05/2026 | BAZNAS RI
Optimalkan Potensi ZIS, Indonesia Dorong Transformasi Digital di Global WaqfTech 2026
SIARAN PERSNomor: 209/HUM-BAZ/IV/2026 Senin, 13 April 2026 Optimalkan Potensi ZIS, Indonesia Dorong Transformasi Digital di Global WaqfTech 2026Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mewakili Indonesia mendorong penguatan sistem terpadu antara zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui transformasi digital dalam fundraising guna meningkatkan penghimpunan, serta memperluas dampak sosial bagi umat di tingkat global. Hal tersebut disampaikan Deputi I Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM., dalam forum Global WaqfTech Conference and Exhibition di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (12/4/2026). Dalam forum internasional tersebut, Indonesia melalui BAZNAS menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem zakat dan wakaf berbasis teknologi. Deputi I Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM., mengatakan, penguatan fundraising digital menjadi langkah strategis untuk meningkatkan penghimpunan zakat dan wakaf di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. “Indonesia percaya bahwa penguatan fundraising digital dapat menjadi solusi dalam meningkatkan penghimpunan zakat dan wakaf sekaligus memperluas dampak sosialnya, khususnya untuk mendukung berbagai program pemberdayaan, termasuk keberlanjutan pendidikan Islam,” ujar Arifin. Sejalan dengan hal tersebut, Arifin menjelaskan, transformasi digital yang dilakukan mencakup pemanfaatan teknologi digital, penguatan sistem transparansi dan pelaporan, serta peningkatan pengalaman donatur. “Langkah ini diharapkan mampu membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat,” ujarnya. Lebih lanjut, Ia juga menawarkan model integrasi antara zakat dan wakaf sebagai dua instrumen yang saling melengkapi dalam pembangunan sosial. “Dengan demikian, keduanya dapat berjalan beriringan dalam menjawab berbagai tantangan sosial,” ujarnya. Ia menjelaskan, zakat berperan sebagai solusi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sedangkan wakaf dikembangkan sebagai sumber pembiayaan jangka panjang. “Dalam implementasinya, dana wakaf produktif diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dan penguatan kelembagaan pendidikan, sedangkan zakat difokuskan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu,” jelasnya. Gagasan tersebut mendapat respons positif dari peserta forum. Direktur Awqaf Africa, Ibrahim Abdul Mugis, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia dan menilai pemikiran yang disampaikan BAZNAS memberikan nilai tambah dalam pengembangan wakaf digital global. Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam konferensi ini, di antaranya Dr. Noor Suhaida Kasri selaku Deputy Director sekaligus Senior Research Fellow di ISRA Institute, INCEIF University, Dr. Muhsin Nor Paizin dari Akademi Zakat PPZ MAIWP, Dr. Reza Beikzadeh sebagai Inter AI Scientist and AI Specialist Digital Carbon Ledger, serta Prof. Emeritus Dr. Barjoyai Bardai yang menjabat sebagai Provost and Dean Center of Postgraduate Studies di Malaysia University of Science and Technology (MUST). Forum Global WaqfTech Conference and Exhibition yang dipimpin Direktur Awqaf Africa, Ibrahim Abdul Mugis ini menghadirkan regulator, lembaga pengelola zakat dan wakaf, akademisi, dan pemimpin teknologi dari berbagai belahan dunia, yang dilaksanakan secara hybrid pada 10 hingga 12 April 2026. Forum ini bertujuan membangun sistem wakaf berbasis digital yang lebih terstruktur, transparan, dan berkelanjutan.
PRESS_RELEASE15/04/2026 | BAZNAS RI
Kemenhaj Dukung Fasilitasi Tata Kelola Dam oleh BAZNAS
SIARAN PERS Nomor: 205/HUM-BAZ/IV/2026 Jumat, 10 April 2026 *Kemenhaj Dukung Fasilitasi Tata Kelola Dam oleh BAZNAS* Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendukung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam memfasilitasi tata kelola dam utk para jemaah haji Indonesia yang akan membayarkan dam nya di tanah air. Hal ini akan memberikan dampak dan manfaat peningkatan sosial ekonomi bagi masyarakat Indonesia di berbagai pelosok negeri. Dukungan tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemenhaj yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi, serta Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa baznas dan kemenhaj sama sama sebagai bagian dari pemerintah. Pengelolaan ibadah haji berada di bawah Kemenhaj, sementara layanan dam di dalam negeri difasilitasi secara maksimum oleh BAZNAS. Walo begitu,kemenhaj juga membuka kesempatan bagi lembaga lain spt LAZ dan KBIH untuk turut berkontribusi dalam layanan dam, sehingga pengelolaannya dapat berjalan secara kolaboratif dan inklusif. “Tata kelola dam oleh BAZNAS, bukan tahun pertama, dan kami telah memiliki prosedur dan standar pengelolaan yang tertib, mulai dari fasilitas pembayaran hingga penyalurannya,” ujarnya. Ia menjelaskan, Baznas terus melakukan evaluasi dan perbaikan manajemen dam haji,dengan memastikan transparansi dalam seluruh proses tersebut, mulai dari konfirmasi pembayaran, bukti pemotongan hewan, hingga laporan penyaluran yang dapat diakses oleh jemaah. “kami juga menerbitkan sertifikat bagi mudhohi. Lebih dari itu,pelaksanaan dam ini tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga berdampak ekonomi karena melibatkan peternak UMKM binaan BAZNAS di berbagai daerah di Indonesia,” katanya. Sodik Mudjahid menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Kemenhaj yang memberikan fleksibilitas kepada jemaah dalam penunaian dam haji, baik dilakukan di Tanah Air maupun di Tanah Suci. Menurutnya, kebijakan tersebut bersifat inklusif karena melibatkan berbagai pihak, termasuk BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), sehingga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengelolaan ibadah sosial keagamaan. “Ke depan, kerja sama tidak hanya pada aspek dam, tetapi juga mencakup zakat, infak, dan sedekah dari para calon jemaah maupun mereka yang telah menunaikan ibadah haji, tentu tetap dalam batas-batas anjuran dan mengikuti syariat dan azas mabfaat. Maka dari itu kami agar para jemaah yang ibadah haji nya dikelola oleh lembaga pemerintah, maka dalam pengelolaan dam nya juga dipercayakan dan dibayarkan kpd lembaga resmi pemerintah yakni BAZNAS ” katanya.
PRESS_RELEASE12/04/2026 | BAZNAS RI
Tsamara Amany Ajak Gen Z Tunaikan ZIS melalui BAZNAS RI
SIARAN PERSNomor: 177/HUM-BAZ/III/2026 Rabu, 18 Maret 2026
Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi, Tsamara Amany, mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Menurutnya, anak muda Indonesia memiliki jiwa kedermawanan yang tinggi dan keinginan besar untuk memberikan dampak sosial.
?Ajakan tersebut disampaikan Tsamara dalam acara Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia, Melalui Media Massa dan Silaturahmi Forum Matraman yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI di Jakarta.
?“Anak muda Indonesia itu sangat dermawan dan ingin berkontribusi. Jika ada ruang dan jalurnya, mereka pasti bergerak. BAZNAS memiliki potensi besar untuk menjadi saluran utama bagi mereka yang ingin melakukan aksi sosial, baik dalam bentuk dana maupun keterlibatan sebagai relawan,” jelas Tsamara.
?Meski memiliki catatan prestasi yang gemilang, Tsamara menilai citra BAZNAS di mata generasi muda saat ini masih belum mendapat sorotan maksimal. Untuk itu, ia mengusulkan agar BAZNAS memperkuat strategi komunikasi melalui narasi berbasis dampak (impact narrative) dan gaya tutur (storytelling) di media sosial.
?Menurutnya, dengan membungkus keberhasilan program, seperti kisah sukses mustahik yang mandiri atau penyaluran bantuan di daerah konflik akan menjadi sebuah cerita yang menyentuh dan lebih mudah menarik minat publik.
?“Kalau impact narrative-nya kuat, storytelling-nya kuat, insyaallah akan makin banyak lagi orang-orang yang juga mau membantu, mau menyalurkan bantuannya, mau melakukan gerakan-gerakan solidaritasnya lewat BAZNAS. Dan juga untuk menarik anak-anak muda kita yang bisa menjadi penggerak-penggerak yang hati mereka sebenarnya terketuk untuk melakukan aksi-aksi sosial,” ujarnya.
Tsamara turut menyoroti keberhasilan BAZNAS yang telah membantu mengeluarkan 54.000 orang dari jurang kemiskinan pada tahun 2023. Ia juga memuji peran nyata BAZNAS dalam aksi kemanusiaan internasional, khususnya untuk Palestina, di mana dana yang terkumpul mencapai ratusan miliar rupiah.
?“Kita perlu apresiasi dan dorong karena orang perlu tahu bahwa ada institusi di negara ini yang juga bekerja keras melakukan gerakan-gerakan solidaritas kemanusiaan, gerakan solidaritas-solidaritas sosial, sehingga kalau misalnya ada orang ingin berkontribusi, orang yang ingin membantu itu bisa salah satunya melalui BAZNAS,” katanya.
?Z-Talk merupakan salah satu kegiatan tatap muka antara pimpinan BAZNAS dengan praktisi/pimpinan media massa. Tujuan diselenggarakannya agenda ini adalah sebagai wadah untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara pimpinan di lingkungan BAZNAS dengan awak media massa, serta untuk motivasi dan produktivitas kerja.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.; Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. K.H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si.; Pimpinan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.S., H. Ending Syarifuddin, S.Ag., M.E., dan Hj. Neyla Saida Anwar, S.S., S.E., S.H., M.Hum. Turut hadir pula Plt. Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah, Adita Irawati; Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin; serta Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin.
PRESS_RELEASE19/03/2026 | BAZNAS RI
Bersama Menko Polkam, BAZNAS RI dan TNI AL Berangkatkan 1.448 Pemudik Naik Kapal Perang
SIARAN PERSNomor: 176/HUM-BAZ/III/2026 Selasa, 17 Maret 2026
Bersama Menko Polkam, BAZNAS RI dan TNI AL Berangkatkan 1.448 Pemudik Naik Kapal Perang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dan TNI Angkatan Laut (AL) memberangkatkan 1.448 pemudik beserta 503 sepeda motor menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh-593 menuju Semarang dan Surabaya, yang diberangkatkan dari Dermaga Kolinlamil TNI AL, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (17/3/2026).
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan kerja sama dengan TNI AL dalam program Mudik Gratis ini kembali dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat pulang kampung, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan.
“Hari ini BAZNAS kembali bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggunakan kapal laut (perang), dengan jumlah yang diberangkatkan sekitar 1.448 orang untuk pulang-pergi,” kata Sodik.
Lebih lanjut, Sodik menjelaskan, untuk saat ini rute pelayaran masih difokuskan ke wilayah Pulau Jawa, yakni Semarang dan Surabaya. Meski demikian, BAZNAS berencana memperluas jangkauan program ke wilayah lain pada masa mendatang. “Kami berharap tahun depan rutenya bukan hanya ke Jawa, tetapi juga ke Sumatra dan daerah lainnya,” ucapnya.
Ia menjelaskan, BAZNAS turut memberikan berbagai fasilitas bagi para pemudik, mulai dari konsumsi selama perjalanan, bingkisan untuk kru kapal, hingga dukungan layanan kesehatan guna memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman.
Sodik mengatakan, peserta mudik berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, pengemudi ojek, asisten rumah tangga, mahasiswa, hingga pedagang. “Saya melihat banyak yang berangkat satu keluarga dan mereka tampak senang. Ini menyempurnakan mudik mereka karena bisa berkumpul bersama di kampung,” tuturnya.
Sodik juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan TNI AL dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia sekaligus mengajak masyarakat untuk terus mendukung program zakat melalui BAZNAS. “Dengan semakin banyak muzaki yang menyalurkan ke BAZNAS, tentu semakin banyak program untuk rakyat yang bisa dilaksanakan,” katanya.
Sementara itu, Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan, pemerintah terus mengawal pelaksanaan mudik agar berjalan aman dan nyaman bagi masyarakat.
"Sejak awal kami harus memberikan kenyamanan dan keamanan buat masyarakat Indonesia yang akan pulang mudik. Kewajiban kami sebagai bagian dari pemerintahan ini, dari negara ini, untuk memberikan sesuatu yang menyamankan dan mengamankan masyarakat kita pulang kampung, mudik dalam rangka Idulfitri," kata Djamari.
Menurutnya, penggunaan KRI sebagai moda transportasi mudik dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan di jalur darat, khususnya dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh mulai dari Jakarta hingga daerah tujuan, dengan melibatkan personel serta alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. “BAZNAS juga turut mengiringi dan memberikan kemudahan kepada masyarakat selama perjalanan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mengatakan program mudik gratis ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 13 Maret 2026 untuk membantu melancarkan mudik Lebaran 1447 H/2026 M.
“Kami ingin memberikan sesuatu yang membuat masyarakat nyaman dan aman saat pulang kampung. Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” kata Muhammad Ali.
PRESS_RELEASE19/03/2026 | BAZNAS RI
Presiden, Wapres, dan Kabinet Merah Putih Tunaikan Zakat melalui BAZNAS di Istana
SIARAN PERS Nomor: 168/HUM-BAZ/III/2026 Jumat, 13 Maret 2026 Presiden, Wapres, dan Kabinet Merah Putih Tunaikan Zakat melalui BAZNAS di Istana Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, serta para Menteri Kabinet Merah Putih menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam pelaksanaan Zakat Istana bertajuk "Zakat Menguatkan Indonesia" di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Penyerahan Zakat Istana ini juga merupakan rangkaian dari sidang kabinet paripurna. Turut hadir jajaran Kabinet Merah Putih, mulai dari menteri, wakil menteri, kepala badan, penasihat khusus presiden, hingga asisten khusus presiden. Penyerahan zakat Presiden Prabowo diterima dan didoakan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., sebagaimana kewajiban amil untuk mendoakan para muzaki. Dari pelayanan Konter Zakat Istana hari ini telah terhimpun dana zakat lebih dari Rp3,8 miliar yang ditunaikan oleh 111 muzaki. “Kita juga hari ini telah memberi contoh dengan kita memberikan zakat dan ini menunjukan lagi peran yang sangat penting dari BAZNAS,” ujar Presiden Prabowo saat membuka sidang kabinet paripurna, sesaat setelah menunaikan zakat bersama para menteri. Presiden Prabowo juga menambahkan, “BAZNAS, lembaga keuangan dan ekonomi dari semua organisasi keagamaan di Indonesia harus kita koordinasikan, kita konsolidasikan, dan kita tingkatkan kemampuannya dengan segala teknologi yang sudah ada supaya potensi ekonomi bangsa kita bisa kita kerahkan secara berarti, efisien, dan efektif.” Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Zakat Istana di bulan suci Ramadan yang menjadi momentum memperkuat gerakan zakat nasional. “Saudara-saudara, Alhamdulillah hari ini, pada hari ke-23 Ramadan, kami seluruh jajaran BAZNAS menerima secara simbolis pembayaran zakat dari Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, serta seluruh jajaran kabinet. Hal ini memberikan nilai yang sangat luar biasa bagi kami,” ucapnya. Sodik juga menyampaikan, pada momentum Ramadan 2026 BAZNAS RI menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp515 miliar, sebagai bagian dari target penghimpunan BAZNAS RI tahun 2026 sebesar Rp1,4 triliun. Secara nasional, target pengelola zakat pada tahun ini mencapai Rp66 triliun. Ia menambahkan, pada momentum Ramadan 2026 pengumpulan zakat secara nasional diproyeksikan mencapai Rp6 triliun melalui sekitar 760 lembaga zakat yang terdiri dari BAZNAS dan LAZ di seluruh Indonesia. Ia berharap keteladanan Presiden dan Wakil Presiden dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS dapat menginspirasi para pejabat negara, pelaku usaha, serta masyarakat luas untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah guna memperkuat kesejahteraan umat dan membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Sodik juga mengimbau kepada masyarakat untuk menunaikan zakat. “Istilah kami adalah zakat menolong umat, dan zakat adalah penolong di akhirat. Kami siap, BAZNAS siap, untuk menerima dan menyalurkan zakat kepada para mustahik sesuai dengan prinsip amanah dan ketentuan syariat,” ucapnya. Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si, jajaran Pimpinan BAZNAS RI; Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Hj. Saidah Sakwan, M.A, H. Ending Syarifuddin, M.E., H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., H. Mokhamad Mahdum, Ph.D., Hj. Neyla Saida Anwar, SS, SE, SH, M.Hum, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si., Mochamad Agus Rofiudin, S.Kom., M.M., Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM, serta Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan., Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si.
PRESS_RELEASE14/03/2026 | BAZNAS RI
Menag RI Serahkan SK Presiden kepada Pengurus BAZNAS Periode 2026-2031
SIARAN PERSNomor: 154/HUM-BAZ/III/2026Selasa, 10 Maret 2026
Menag RI Serahkan SK Presiden kepada Pengurus BAZNAS Periode 2026-2031
Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) masa jabatan 2026-2031. Prosesi penyerahan dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Penyerahan SK ini menandai dimulainya masa bakti 11 pimpinan BAZNAS yang baru untuk lima tahun ke depan. Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menyatakan rasa syukur atas terbitnya payung hukum bagi kepengurusan ini agar roda organisasi BAZNAS dapat segera berjalan optimal.
?"Alhamdulillah, hari ini kita dapat menyerahkan SK kepada pengurus BAZNAS yang baru. Setelah sekian lama kita menanti SK Presiden terhadap pengurus BAZNAS," jelas Nasaruddin Umar.
"Pengurus BAZNAS yang baru ini kiranya bisa, dan sedapat mungkin menjadikan kenaikan zakat bisa tiga kali lipat. Saat ini BAZNAS bisa menghimpun sekitar Rp41 triliun," tambahnya.
Dia menekankan, pengurus BAZNAS selaku amil harus tetap berpegang teguh pada ketentuan syariat dalam penetapan ashnaf atau golongan penerima zakat. Ia menegaskan bahwa penyaluran zakat harus menyasar delapan golongan yang telah ditetapkan secara jelas, tanpa interpretasi kiasan. Adapun kebutuhan sosial lainnya dapat diakomodasi melalui instrumen sedekah, wakaf, ghanimah, luqatah, serta sumber dana keumatan lainnya.
?Nasaruddin Umar turut berpesan agar pengurus BAZNAS menjaga amanah dan kepercayaan yang telah diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa setiap pejabat yang terpilih memikul tanggung jawab besar untuk menjaga integritas lembaga demi mengangkat martabat bangsa di mata dunia.
?"Mari kita jadi juru bicara yang baik bagi bangsa dan negara. Kita semua ikut bertanggung jawab untuk mewujudkan perjuangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yakni mengangkat martabat masyarakat kecil dan menengah. Yakinlah ke depan bangsa ini akan semakin makmur dan kita semua menikmati hasilnya," ujarnya.
Berikut ini nama-nama yang menerima SK Presiden sebagai Anggota BAZNAS Periode 2026-2031:
1. Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.2. Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si.3. Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si.4. Saidah Sakwan, M.A.5. H. Ending Syarifuddin, M.E6. H. Idy Muzayvad, S.H.I, M.SI7. H. Mokhamad Mahdum SE, MIDec, PhD, Ak, CA, CPA CRP GRCE CWM. CHRP.8. Hj. Neyla Saida Anwar9. Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag10. Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si11. Mochamad Agus Rofiudin, S.Kom, M.M..
PRESS_RELEASE11/03/2026 | BAZNAS RI
Optimalkan Sinergi dengan BAZNAS, Rakornas LAZ 2024 Hasilkan 11 Resolusi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menggelar menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia yang berlangsung dari 15-16 Oktober 2024, di Jakarta, dengan menghasilkan 11 resolusi tentang tata kelola zakat. Resolusi tersebut dibacakan oleh Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si, di hadapan 167 perwakilan LAZ dari seluruh Indonesia. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2013-2015, Dr. Hamdan Zoelva, SH., MH., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam sambutannya pada penutupan Rakornas LAZ 2024, menyampaikan apresiasinya terhadap hasil Rakornas LAZ yang dinilai sangat produktif dan visioner. "Resolusi Rakornas yang telah kita sepakati ini akan menjadi landasan bagi kolaborasi yang lebih erat antara BAZNAS dan LAZ dalam mengelola zakat. Insya Allah, ke depannya, antara BAZNAS dan LAZ akan semakin banyak melakukan kolaborasi, baik dalam konteks pengumpulan, pendistribusian, maupun pendayagunaan zakat," ujar Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, kolaborasi yang dimaksud tidak hanya terbatas pada pengelolaan zakat, tetapi juga mencakup berbagai program seperti beasiswa, kemanusiaan, dan kesehatan. Ia menegaskan pentingnya pertemuan yang lebih intens antara BAZNAS dan LAZ untuk memastikan sinergi program yang optimal. Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan, salah satu visi besar yang dibahas dalam Rakornas ini adalah rencana pembangunan rumah sakit, baik di Indonesia maupun di Palestina. Menurutnya, hal ini bisa terwujud dengan dukungan seluruh LAZ di Indonesia. Di akhir sambutan, Kiai Noor menegaskan, BAZNAS dan LAZ akan terus berkomitmen untuk mengembangkan dakwah zakat di dalam negeri, terutama dalam pengentasan kemiskinan dan menyejahterakan umat. "Dakwah zakat kita harus semakin kuat. Kita ingin semakin banyak mustahik yang terbantu, dan kemiskinan bisa diatasi secara signifikan," pungkasnya. Adapun 11 resolusi Rakornas LAZ se-Indonesia tahun 2024 sebagai berikut: Pertama, Menyepakati target pengumpulan ZIS-DSKL nasional tahun 2025 sebesar Rp50 Triliun, dengan pengumpulan khusus LAZ se-Indonesia (On Balance Sheet) sebesar Rp6,8 Triliun dan pencatatan zakat di masyarakat (Off Balance Sheet) sebesar Rp5,2 Triliun; Kedua, berkomitmen mencapai target 3,4 juta Mustahik Zakat Nasional berbasis KK/BNBA (By Name By Address), dengan target Penerima Manfaat Nasional sebanyak 84 juta jiwa, serta target pengentasan Kemiskinan Nasional sebanyak 1,8 juta jiwa pada tahun 2025; Ketiga, menyepakati empat harmoni penguatan: 1) Penguatan Manajemen, 2) Penguatan SDM, 3) Penguatan infrastruktur dan transformasi digital, dan 4) Penguatan sinergi, jaringan dan kolaborasi program; Keempat, komitmen sinergi LAZ dengan BAZNAS dalam kegiatan Pengumpulan, Pendistribusian, dan Pendayagunaan sesuai dengan amanah Undang-undang nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat beserta aturan turunannya. Kelima, berkomitmen melaporkan zakat satu pintu melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas dan akuntabilitas laporan pengelolaan zakat kepada Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Agama; Keenam, berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan zakat melalui pengukuran Indeks Zakat Nasional (IZN) setiap tahunnya sebagai upaya Bersama dalam perbaikan berkelanjutan (continuous improvement); Ketujuh, berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola layanan melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baik, publikasi laporan teraudit KAP, dan pembentukan SAI (Satuan Audit Internal) untuk memastikan pengelolaan zakat yang lebih profesional, akuntabel, transparan, dengan standar yang berlaku; Kedelapan, menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis melalui program penguatan mustahik dalam hal penyediaan sumber daya dan bahan pangan yang diperlukan yang didapat dari hasil produksi para pengusaha mustahik seperti program lumbung pangan, balai ternak, dan UMKM binaan BAZNAS dan LAZ seluruh Indonesia; Kesembilan, menjaga dan meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta menegakkan etika dan integritas; Kesepuluh, berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalitas menjelang dan di dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2024; dan Kesebelas, siap mengoptimalkan realisasi penerimaan zakat dari potensi Rp327 Triliun melalui sinergi perluasan jaringan LAZ di Kab/Kota bersama dengan BAZNAS setempat.
PRESS_RELEASE16/10/2024 | BAZNAS RI
Rakornas BAZNAS se-Indonesia 2024 Hasilkan 17 Resolusi Dorong Kesejahteraan Masyarakat
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 yang digelar di Balikpapan pada 25-27 September menghasilkan 17 resolusi yang disepakati seluruh peserta, sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat serta meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, 17 resolusi yang dihasilkan dalam Rakornas BAZNAS se-Indonesia 2024 sejalan dengan visi dan misi BAZNAS untuk menjadi lembaga utama yang menyejahterakan umat. "Kita ingin seluruh kekuatan kita di seluruh Indonesia itu merata. Maka sering saya katakan bahwa seluruh pimpinan BAZNAS di Indonesia adalah orang-orang yang profesional," ujar Kiai Noor di Balikpapan, pada Jumat (27/9/2024). Resolusi tersebut dibacakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., MA, di hadapan Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota beserta jajarannya. Adapun 17 resolusi Rakornas BAZNAS 2024 adalah sebagai berikut: Pertama, menyepakati target pengumpulan ZIS-DSKL nasional tahun 2025 sebesar Rp 50 triliun terdiri dari pengumpulan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ se-Indonesia (On Balance Sheet) sebesar Rp12.7 Triliun dan pencatatan zakat di masyarakat (Off Balance Sheet) sebesar Rp37.3 Triliun; Kedua, menyepakati 3,4 juta Mustahik Zakat Nasional berbasis KK/BNBA (By Name By Address), dengan target Penerima Manfaat Nasional sebanyak 84 juta jiwa, serta target pengentasan Kemiskinan Nasional sebanyak 1,8 juta jiwa pada tahun 2025; Ketiga, kembali memperkuat peran dan fungsi BAZNAS melalui empat penguatan: 1) Penguatan Kelembagaan, Organisasi, dan Manajemen BAZNAS seluruh Indonesia, 2) Penguatan SDM Pimpinan dan Amil Zakat, 3) Penguatan infrastruktur dan transformasi digital, dan 4) Penguatan jaringan seluruh stakeholder pengelola zakat; Keempat, memperkuat status BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural khususnya dalam mendorong Pemerintah untuk melaksanakan regulasi mengenai pembiayaan yang berasal dari APBN/APBD untuk mendukung operasional BAZNAS sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri; Kelima, mengoptimalkan realisasi penerimaan zakat dari potensi Rp327 Triliun melalui perluasan jaringan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dengan membentuk UPZ di seluruh OPD, Kecamatan, dan Desa dengan melaporkan perkembangannya kepada BAZNAS RI dan Kemendagri secara berkala; Keenam, mendorong aktivitas interkoneksi Sistem Manajemen Informasi BAZNAS dan Sistem Informasi Pemerintah dalam memudahkan pengelolaan zakat; Ketujuh, memprioritaskan penyaluran ZIS-DSKL untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting, pengentasan kemiskinan BPS dan Transformasi Mustahik menjadi Muzaki yang berkolaborasi dengan data Pemerintah dan terintegrasi dalam SIMBA dalam rangka sukses Asta Cita; Kedelapan, menyepakati 10 program prioritas Nasional yaitu Rumah Sehat BAZNAS, BAZNAS Microfinance, Desa/Kampung Zakat, Santripeneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana; Kesembilan, redistribusi penguatan penyaluran dari BAZNAS RI ke BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota melalui integrasi program penyaluran Pusat dan Daerah dengan fokus utama pemerataan penyaluran di seluruh daerah untuk memastikan manfaat zakat tersebar secara adil dan merata di berbagai wilayah; Kesepuluh, sinkronisasi perencanaan pelaksanaan program pendistribusian serta pendayagunaan zakat dengan perencanaan pembangunan pemerintah sebagaimana tercantum dalam Asta Cita sebagai upaya strategis untuk memastikan keselarasan program-program zakat dengan prioritas pembangunan nasional; Kesebelas, meningkatkan kualitas tata kelola layanan dan pengelolaan zakat dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) BAZNAS, komitmen laporan teraudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pembentukan SAI (Satuan Audit Internal) untuk memastikan pengelolaan zakat yang lebih profesional, transparan, sistematis, dan sesuai dengan standar yang berlaku; Kedua belas, berkomitmen untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kelembagaan melalui pengukuran dengan Indeks Zakat Nasional, sebagai upaya mewujudkan tata kelola zakat yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan umat; Ketiga belas, berkomitmen untuk menyampaikan pelaporan secara rutin dan transparan melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA), sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan meningkatkan kepercayaan publik dalam pengelolaan zakat; Keempat belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota siap menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis melalui program penguatan mustahik dalam hal penyediaan sumber daya dan bahan pangan yang diperlukan yang didapat dari hasil produksi para pengusaha mustahik seperti program lumbung pangan, balai ternak, dan UMKM binaan BAZNAS dan LAZ seluruh Indonesia; Kelima belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, serta BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip aman syar`i, aman regulasi, dan aman NKRI, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta menegakkan etika dan integritas; Keenam belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalitas menjelang dan di dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2024; Ketujuh belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ mengucapkan terimakasih atas arahan, motivasi, dan dukungan dari Bapak Presiden Joko Widodo yang telah membesarkan Pengelolaan Zakat Nasional serta siap melanjutkan agenda pembangunan Indonesia pada pemerintahan Bapak Prabowo Subianto.
SIARAN PERS*Nomor: 475/HUM-BAZ/IX/2024 Jum'at, 27 September 2024
PRESS_RELEASE27/09/2024 | BAZNAS RI

Lakukan Transformasi Digital, BAZNAS RI Raih Dua Penghargaan Top Digital Awards 2023
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil meraih dua penghargaan Top Digital Awards 2023 yang diselenggarakan oleh Majalah It Works.
Dua penghargaan tersebut diraih pada kategori Top Digital Implementation 2023 #Star 4 dan Top Leader On Digital Implementation 2023 kepada Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA.
Penghargaan diterima oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Prof. Ir H. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, MS, MEc, Ph.D, bersama Direktur Keamanan Informasi, Data dan Layanan Digital BAZNAS RI Andrian, di Jakarta, Senin malam (5/12/2023).
"Alhamdulillah, kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini menjadi motivasi kami ke depan untuk terus berupaya melakukan transformasi digital dalam pengelolaan zakat," ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Prof. Ir H. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, MS, MEc, Ph.D, dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, transformasi digital pengelolaan zakat ini telah menjadi bagian dari salah satu misi BAZNAS yaitu pada poin kelima yakni "Modernisasi dan digitalisasi pengelolaan zakat nasional dengan sistem manajemen berbasis data yang kokoh dan terukur."
"Berbagai upaya transformasi digital telah dilakukan BAZNAS, seperti adanya Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA), yakni sebuah sistem yang dibangun dan dikembangkan untuk keperluan penyimpanan data dan informasi yang dimiliki oleh BAZNAS secara nasional," jelasnya.
Tidak hanya itu, Nadratuzzaman melanjutkan, BAZNAS memiliki Kantor Digital BAZNAS. Kantor Digital merupakan sarana kerja berbasis teknologi telekomunikas untuk memudahkan pengumpulan dan pengelolaan zakat, penguatan aplikasi backbone layanan dan pengelolaan zakat (Aplikasi SIMBA), aplikasi Intranet Portal untuk mendukung kebutuhan internal unit kerja di BAZNAS RI, dan lainnya.
"BAZNAS juga memiliki aplikasi Cinta Zakat. Ini adalah aplikasi yang diluncurkan sebagai upaya memberi kemudahan kepada masyarakat untuk menebar kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan," tambahnya.
Nadratuzzaman berharap, penghargaan ini dapat terus memotivasi BAZNAS untuk memberikan inovasi-inovasi digital yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan umat.
Top Digital Awards merupakan kegiatan penghargaan tahunan di bidang TI, Telco, dan Teknologi Digital, yang terbesar, dan paling komprehensif di Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai kementerian/lembaga, serta perusahaan bergengsi di Indonesia.
PRESS_RELEASE05/12/2023 | BAZNAS RI

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Pasuruan.
Lihat Daftar Rekening →