WhatsApp Icon

Di Antara Lapar dan Harapan: Cerita Kebersamaan dari Makan Buka Gratis Masjid Ar Roudloh Pasuruan

18/03/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Kota Pasuruan

Bagikan:URL telah tercopy
Di Antara Lapar dan Harapan: Cerita Kebersamaan dari Makan Buka Gratis Masjid Ar Roudloh Pasuruan

UPZ Masjid Ar Roudloh Krampyangan Hadirkan 200 Porsi Makan Buka Gratis Setiap Hari, Ramadhan

 UPZ Masjid Ar Roudloh Krampyangan Hadirkan 200 Porsi Makan Buka Gratis Setiap Hari, Ramadhan Jadi Lebih Bermakna

 

Pasuruan — Langit senja perlahan berubah jingga ketika satu per satu warga mulai memasuki halaman Masjid Ar Roudloh, Kelurahan Krampyangan, Kota Pasuruan. Sebagian datang dengan langkah lelah setelah seharian bekerja, sebagian lainnya membawa tas kecil dan wajah teduh, mencari tempat berbuka sebelum pulang ke rumah.

Di teras masjid, tikar telah tergelar rapi. Aroma hidangan berbuka mulai terasa, namun tak seorang pun tergesa menyentuh makanan. Mereka duduk berdampingan, menunggu waktu Maghrib sambil mendengarkan kajian keislaman yang menjadi pembuka kebersamaan setiap sore di bulan suci ini.

Ramadhan tahun ini terasa berbeda bagi banyak warga. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Ar Roudloh menghadirkan program MBG (Makan Buka Gratis) dengan menyediakan 200 porsi makanan berbuka setiap hari, membuka ruang kebersamaan bagi siapa saja tanpa sekat.

Bagi sebagian jamaah, program ini lebih dari sekadar hidangan berbuka. Ia menjadi tempat beristirahat dari kerasnya hari, sekaligus ruang merasakan bahwa masih ada kepedulian yang hidup di tengah masyarakat.

Seorang pekerja harian yang rutin datang mengaku merasa terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Setelah bekerja sejak pagi, ia sering kali tidak sempat menyiapkan makanan berbuka.

“Di sini rasanya seperti berbuka bersama keluarga,” ujarnya pelan sambil tersenyum.

Kegiatan selalu diawali dengan kajian keislaman yang mengajak jamaah merenungi makna sabar dan syukur. Saat adzan Maghrib berkumandang, seluruh jamaah berdiri, merapatkan saf untuk shalat berjamaah. Setelahnya, hidangan sederhana berubah menjadi simbol kebersamaan yang begitu hangat.

Pengurus UPZ Masjid Ar Roudloh menyebutkan bahwa program ini lahir dari keinginan menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan sosial umat.

“Masjid harus hidup bersama masyarakat. Kami ingin setiap orang yang datang merasakan diterima dan diperhatikan,” ungkapnya.

Program ini berjalan berkat dukungan para donatur dan masyarakat yang menyalurkan sedekahnya. Dari kontribusi itulah, ratusan porsi makanan tersaji setiap hari, menghadirkan kebahagiaan yang mungkin tampak sederhana, tetapi bermakna besar bagi penerimanya.

Menjelang malam, jamaah mulai beranjak pulang. Gelas-gelas kosong dirapikan, tikar digulung kembali, dan halaman masjid perlahan sunyi. Namun kehangatan yang tercipta tidak ikut pergi.

Di Masjid Ar Roudloh, Ramadhan seakan mengajarkan kembali bahwa berbagi bukan tentang seberapa besar yang diberikan, melainkan tentang menghadirkan rasa bahwa tak seorang pun menjalani hari sendirian.

Dan setiap senja, sebelum adzan Maghrib berkumandang, harapan itu selalu datang kembali—dalam sepiring makanan, dalam doa-doa yang dipanjatkan bersama, dan dalam senyum orang-orang yang pulang dengan hati lebih tenang. (emef)

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Pasuruan.

Lihat Daftar Rekening →